BPOM Tarik Lima Jenis Obat Ranitidin, Ini Saran Apoteker di Kupang

Pihak BPOM menarik lima jenis Obat Ranitidin, ini saran dari apoteker di Kota Kupang

BPOM Tarik Lima Jenis Obat Ranitidin, Ini Saran Apoteker di Kupang
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Penanggung jawab apotek K24 Fatululi Astuti Ekawati Achmad Amang S.Farm, Apt saat diwawancarai POS-KUPANG.COM pada Senin (7/10/2019) 

Pihak BPOM menarik lima jenis Obat Ranitidin, ini saran dari apoteker di Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Permintaan terhadap obat ranitidin di beberapa apotek di Kota Kupang terbilang masih normal pasca beredarnya surat BPOM terkait penarikan lima jenis obat ranitidin dari peredaran.

Di Apotik K24 Fatululi yang berada di Ruko Lontar Permai Jalan WR Monginsidi Oebobo, produk obat ranitidin masih dijual. Obat ranitidin yang tersedia terdiri dari jenis injeksi maupun tablet. 

Bawaslu TTU Dapat Kucuran Dana Pengawasan Pilkada Rp 10,4 Miliar Lebih

"Kita masih sediakan (jual) ranitidin injeksi dan tablet dari Hekspharm, Kimia Farma dan Indofarma," ujar penanggung jawab apotek Astuti Ekawati Achmad Amang S.Farm, Apt saat diwawancarai POS-KUPANG.COM pada Senin (7/10/2019) malam. 

Astuti menjelaskan, pihaknya telah mendapat himbauan baik dari BPOM RI maupun BPOM Kupang terkait peredaraan ranitidin. Namun ia mengatakan hal itu hanya merupakan "alert statement" saja. 

BREAKING NEWS: Polres TTS Bekuk Pelaku Pemerkosaan Gadis Distabilitas Asal Desa Oinlasi

BPOM pusat, lanjutnya, menghimbau kepada produsen ranitidin agar untuk saat ini tidak memproduksi lagi. Sedang untuk produk yang sudah diproduksi harus dicek kandungan MDMA-nya. Dari BPOM Kupang, juga telah mengeluarkan himbauan terkait penarikan produk ini termasuk sampel ZANTAC yang merupakan patennya ranitidin (originator).

Namun demikian, ia menyatakan bahwa hal tersebut hanya merupakan bentuk alert statement saja. Berdasarkan edaran, pasien disarankan untuk menggunakan sesuai resep dokter dan dapat mengganti dengan golongan yang lain.

"Kita masih jual tetapi disarankan pasien tidak langsung pakai sendiri tetapi harus dari resep dokter. Kita menyarankan mengganti ke golongan lain seperti golongan obat maag PPI Lansoprazole atau Omeprazole," katanya. 

Ia mengatakan, jika mengalami keluhan usai menggunakan obat tersebut dapat langsung menghubungi pihaknya karena dalam kapasitas untuk mengawasi. 

"Hari ini sudah dua orang yang langsung tanya, penggantinya ranitidin apa. Jadi kita menyarankan untuk ganti ke PPI, tetapi kalau ada yang masih pakai dan ada keluhan maka bisa menghubungi kami," urainya. 

Produk obat ranitidin resmi ditarik dari peredaran oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM). Produk obat tersebut disinyalir mengandung N-nitrosodimethylamine (NDMA) yang bisa menyebabkan kanker atau bersifat karsinogenik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved