Poling Yang Digelar Bupati Tahun Disebut Tak Bijak dan Hanya Cari Simpati Masyarakat

pernyataan Bupati Tahun dinilai tidak bijak sebagai seorang pemimpin dan bapak di daerah ini.

Poling Yang Digelar Bupati Tahun Disebut Tak Bijak dan Hanya Cari Simpati Masyarakat
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Anggota DPRD Kabupaten TTS, Hendrikus Babys 

Poling Yang Digelar Bupati Tahun Disebut Tak Bijak dan Hanya Cari Simpati Masyarakat

POS-KUPANG. COM| SOE -- Anggota DPRD Kabupaten TTS dari Fraksi NasDem, Hendrik Babys angkat bicara terkait pernyataan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun yang menyerahkan kelanjutan kasus dugaan penghinaan Bupati Tahun kepada masyarakat lewat poling.

Menurutnya, pernyataan Bupati Tahun dinilai tidak bijak sebagai seorang pemimpin dan bapak di daerah ini. Pernyataan tersebut dinilai hanya sebagai usaha untuk menarik simpati masyarakat.

Dirinya tidak melihat adanya hal positif dari poling yang digelar Bupati Tahun. Justru poling tersebut menjadi bola liar yang hanya menimbulkan perdebatan baru di antara masyarakat.

Selain itu, dengan poling tersebut, seakan-akan Bupati Tahun telah memvonis pelaku telah bersalah lalu menyerahkan kepada masyarakat, apakah pelaku mau dihukum atau dibebaskan.

"Kalau saya pikirnya begini, kalau mau memaafkan ya maafkan saja, tidak perlu pakai poling. Kalau mau poling, kenapa tidak dari awal saat mau melapor suruh masyarakat poling dahulu baru lapor. Ini sudah proses hukum, pelaku sudah jadi tersangka baru poling, mau lanjut atau tidak? Inikan hanya mau cari sensasi dan tarik Simpati masyarakat saja. Emangnya masyarakat bisa memutuskan suatu kasus lanjut atau tidak secara hukum," ungkap Hendrik kepada pos kupang.com, Jumat (4/10/2019) melalui sambungan telepon.

Dirinya meminta Bupati Tahun berkaca pada tindakan yang dilakukan Presiden RI, Jokowi terhadap pelaku yang melakukan penghinaan kepada dirinya.

Presiden Jokowi disebut tidak pernah membuat poling untuk memutuskan memaafkan atau tidak pelaku.

Dengan jiwa besar, sebagai seorang negarawan dan bapak bagi masyarakat Indonesia, Jokowi memaafkan pelaku dan mengingat pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya.

" Presiden Jokowi saja tidak pakai poling untuk maafkan pelaku yang menghinanya. Kenapa bupati TTS pakai poling. Ada apa coba dibalik ini semua. Padahal dalam postingan di kolom komentar pelaku tidak pernah menyebut nama Bupati TTS atau jabatan kepala daerah," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved