Ikut Demo di DPR Berkedok Pelajar SMA, Pria Ini Ternyata Sekuriti Diimingi Uang Oleh Oknum Tertentu

Seorang sekuriti nekat menyamar jadi pelajar SMA untuk ikut aksi demonstrasi ke DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (30/9/2019).

Editor: Agustinus Sape
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Puluhan pelajar dari berbagai daerah di Banten yang tertangkap Polresta Tangerang hendak bertolak ke Jakarta untuk mengikuti demo, Kamis (26/9/2019). 

Ikut Demo di DPR RI Berkedok Pelajar SMA, Pria Ini Ternyata Seorang Sekuriti yang Diimingi Uang Oleh Oknum Tertentu

POS-KUPANG.COM - Seorang sekuriti nekat menyamar jadi pelajar SMA untuk ikut aksi demonstrasi ke DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (30/9/2019).

Aksi menyamar Rahmat Hidayat itu terungkap saat dibekuk polisi ketika hendak berangkat ke Gedung DPR RI.

Rahmat Hidayat diamankan bersama belasan rekan-rekannya di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Mereka lantas diamankan di Mapolres Metro Jakarta Utara.
Diwawancarai TribunJakarta.com, Rahmat Hidayat mengungkapkan alasannya nekat menyamar menjadi pelajar SMA.

Rahmat Hidayat rupanya mendapatkan pesan WhatsApp yang beredar dengan modus mendapatkan uang puluhan rupiah jika mengikuti aksi demo di DPR RI.

"Dapat info dari WhatsApp, katanya Rp 40.000 dibayarnya," tutur Rahmat Hidayat.

Mendapatkan pesan tersebut, Rahmat Hidayat lantas nekat menyamar jadi pelajar SMA.

Pria tersebut bahkan meminjam seragam SMA lengkap dari rekannya.

"Yang minjemin baju temen. Saya minjem doang buat ke sana," ucap Rahmat Hidayat di Mapolres Jakarta Utara.

Seorang sekuriti bernama Rahmat Hidayah (22) menyamar menjadi siswa SMA untuk ikut berdemo ke Gedung DPR, Senin (30/9/2019).
Seorang sekuriti bernama Rahmat Hidayah (22) menyamar menjadi siswa SMA untuk ikut berdemo ke Gedung DPR, Senin (30/9/2019). (TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Rahmat Hidayat yang sehari-hari bekerja sebagai sekuriti di kawasan Cakung, Jakarta Timur itu menuturkan kronologi ia nekat menyamar menjadi pelajar SMA.

Diceritakannya, pada Minggu malam (29/9/2019), Rahmat Hidayat mendapatkan pesan singkat dari seorang rekannya.

KKB Papua Tantang TNI-Polri untuk Perang, 10 Ribu Warga Minta Dievakuasi dari Wamena

Di pesan yang didapatkannya tersebut, Rahmat Hidayat menuturkan akan diberi uang Rp 40 ribu seusai demo di Gedung DPR RI selesai.

Kendati demikian, saat ikut bergabung bergerak bersama pelajar SMA lain di sekitaran Tanjung Priok, Rahmat Hidayat justru terjaring razia polisi.

Puluhan pelajar dari berbagai daerah di Banten yang tertangkap Polresta Tangerang hendak bertolak ke Jakarta untuk mengikuti demo, Kamis (26/9/2019).
Puluhan pelajar dari berbagai daerah di Banten yang tertangkap Polresta Tangerang hendak bertolak ke Jakarta untuk mengikuti demo, Kamis (26/9/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

"Saya berangkat berlima tadi, cuma ini tadi sama-sama aja (dengan siswa). Berangkatnya BM-BMan (menumpang kontainer)," papar Rahmat Hidayat.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved