Sembilan Wilayah di Sumba Timur Masuk Kategori Kekeringan Ekstrem, Wilayah Mana Saja?

Ada sembilan wilayah di Sumba Timur masuk kategori kekeringan ekstrem, wilayah mana saja?

Sembilan Wilayah di Sumba Timur Masuk Kategori Kekeringan Ekstrem, Wilayah Mana Saja?
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda (UMK) Sumba Timur Elias Limahelu sedang memberikan keterangan. 

Ada sembilan wilayah di Sumba Timur masuk kategori kekeringan ekstrem, wilayah mana saja?

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Sembilan wilayah di Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT, masuk dalam kategori kekeringan ekstrem dengan Hari Tampa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda, Sumba Timur, Elias Lambertus Limahelu, menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Senin (30/9/2019).

NTT Minta Tambahan Kuota 1500 Unit Rumah Subsidi

Elias menjelaskan, berdasarkan Sumber prakiraan BMKG melalui Stasiun Klimatologi Kupang, untuk Sumba Timur saat ini ada sembilan wilayah pada kategori kekeringan ekstrem dengan HTH lebih dari 60 hari.

Elias menyebutkan, kesembilan wilayah yang masuk dalam kategori ekstrem di Sumba Timur itu, diantaranya Kota Waingapu, Kanatang, Kawangu, Kananggar, Tanarara, Tawiu, Lambanapu, Rambangaru dan wilayah Kamanggi

Elias menjelaskan disebut cuaca kekeringan ekstrem di sembilan wilayah itu, sebab distribusi curah hujan sampai dengan hari ini 30 September 2019 atau pada Dasarian III September 2019 berada pada kategori rendah yaitu sekitar 0-50 mm/dasarian.

Workshop Pengembangan Rumput Laut, Ganef Sebut Ada Lima Klaster Rumput Laut di NTT

Kata dia, HTH terpanjang dialami wilayah Rambangaru di Kecamatan Haharu dengan 198 hari. Peluang curah hujan untuk Dasarian I bulan Oktober 2019 adalah 0-20 mm sebesar 71-100 %.

"Diprakirakan wilayah Kamanggi, Malahar, Nggongi, Tawui dan sekitarnya pada bulan Nopember I - Nopember II memasuki awal musim hujan. Kemudian diikuti wilayah Kananggar, Tanarara dan sekitarnya Nopember Dasarian II -Nopember III, kemudian wilayah Kota Waingapu, Wula, Tanaraing, Rambangaru, Melolo, Ngalu, Kawangu, Kanatang, Wanna, dan Mauhau pada Desember II-Desember III mulai awal musim hujan," jelas Elias. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved