Kerukunan Keluarga Besar Maumere Kupang Gelar Hegong Massal di GOR Oepoi, Kupang - NTT

Dalam rangka pengukuhan pengurus dan melestarikan budaya asal Kabupaten Sikka, Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang akan menggelar tarian he

Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Para penari sedang menari tarian hegong 

POS KUPANG.COM, KUPANG -Dalam rangka pengukuhan pengurus dan melestarikan budaya asal Kabupaten Sikka, Kerukunan Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang akan menggelar tarian hegong massal di GOR Oepoi, Kupang, Sabtu (28/9/2019) pukul 15.00 Wita.

Seluruh warga asal Kabupaten Sikka di Kupang yang tergabung dalam berbagai kelompok arisan di bawah naungan ruam besar KKBM akan hadiri dan memeriahkan tarian itu. Mereka akan mengenakan pakaian adat Kabupaten Sikka sebagai wujud kecintaan terhadap tanah leluhur. Tarian hegong massal itu akan diiringi musik gong waning.

Selain hegong massal, acara pengukuhan yang dikemas dalam misa syukur itu, juga akan dimeriahkan musik kampung dari kelompok mahasiswa yang sering tampil pada acara-acara parade budaya dan lain-lain.

Hal ini dikatakan Ketua Panitia Misa Syukur Pengukuhan Penmgurus KKBM, Frans Bata bersama Ketua dan Sekretaris KKBM, Theo da Cunha dan Fidel Nogor di sekretariat panitia, Jalan Bajawa, Kamis (26/9/2019).

Frans Bata memperkirakan tarian hegong massal itu diikuti sekitar 800-1.000 orang dan semuanya mengenakan kain tenun ikat asal Kabupaten Sikka.

Kegiatan itu, kata Frans Bata, selain untuk mempererat kerukunan sesama warga asal Kabupaten Sikka yang berdomisili di Kupang dan sekitarnya, juga melestarikan budaya warisan leluhur Nian Tana. Acara itu diawali misa syukuran yang rencana awalnya dipimpin Uskup Maumere, tapi Uskup berhalangan sehingga dilayani oleh para pastor dan akan diiringi dengan koor dari OMK Paroki Mathias Rasul Tofa.

Sehari sebelumnya, dilakukan bakti sosial dan pengobatan gratis di Desa Oemasi, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Pengobatan gratis akan dilayani 5 tim dopkter, puluhan perawat, dan apoteker bersama para medis di puskesmas setempat.

Tari hegong adalah salah satu tarian tradisional dari Maumere, Kabupaten Sikka. Tarian ini biasanya dimainkan secara berkelompok oleh penari pria dan wanita dengan berpakaian adat yang khas dan diiringi dengan musik gong waning.

5 Petinju NTT Menyusul 2 Petinju lainnya Lolos ke Babak Final Tinju Pra PON di Ternate, Info Lengkap

Tari hegong merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat, penyambutan tamu penting, kesenian daerah dan berbagai acara lainnya.

Penari dilengkapi dengan ikun, lesu, dan reng sebagai atribut menarinya. Ikun merupakan senjata seperti pisau yang terbuat dari kayu dan dihiasi dengan ekor kuda. Lesu merupakan sejenis sapu tangan yang digunakan sebagai pelengkap gerakan tangan para penari. Sedangkan reng adalah sejenis gelang kaki yang dilengkapi dengan kelinting.

Tari hegong biasanya terdapat empat babak. Pada babak pertama, para penari wanita memasuki arena dengan diiringi musik gong waning, kemudian diikuti oleh penari pria sambil membawa parang. Pada babak tersebut para penari menari dengan irama cepat dengan gerakan pledong wa'in atau sentakan kaki.

Pada babak kedua, penari pria dan wanita membentuk lingkaran dimana para penari mengelilingi penari wanita. Lalu pada babak ketiga, para penari melakukan gerakan bebas. Biasanya dalam babak ke tiga ini merupakan gerakan kreasi yang dipadukan dengan irama musik gong waning. Kemudian pada babak terakhir, para penari kembali membentuk lingkaran dan jika memeungkinkan salah satu penari diangkat keatas dengan menggunakan sebatang bambu.(gem)

Sumber: Pos Kupang
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved