Head Line News Hari Ini
Incumbent Mendaftar Tanpa Pasangan, Pertanda Pecah Kongsi?
Ketika mendaftar ke partai politik, bupati dan wakil bupati justru melakukan sendiri-sendiri. Indikasi pecah kongsi.
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak 12 incumbent di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan bertarung dalam Pilkada Serentak tahun 2020. Enam di antaranya adalah kepala daerah, sisanya wakil kepala daerah.
Petahana di Kabupaten Belu, Manggarai dan Sumba Barat berpotensi berduet untuk periode kedua. Namun ketika mendaftar ke partai politik, bupati dan wakil bupati justru melakukan sendiri-sendiri. Indikasi pecah kongsi.
Bupati Belu, Willybrodus Lay telah mendaftar sebagai bakal Calon Bupati Belu di DPC PDIP Belu. Bupati Willy tidak mendaftar bersama JT Ose Luan yang saat ini menjabat Wakil Bupati Belu. Padahal pada Pilkada Belu sebelumnya, pasangan yang populer dengan sebutan Sahabat ini mendaftar bersamaan.

Bupati Willy juga melamar ke Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Saat peendaftaran di Partai Golkar, Bupati Willy mendaftar sebagai bakal Calon Bupati Belu. Kemudian Wabup Ose Luan juga turut mendaftar.
Ketika mendaftar di PPP, Bupati Willy juga mendaftar sendiri. Selanjutnya, DPC Partai Demokrat mengusung dirinya sebagai calon tunggal. Meski mendaftar sendirian, Bupati Willy tidak merasa sudah pecah kongsi dengan Wabup Ose Luan. Ia mengaku belum memutuskan bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya.
• Pengusaha Sawit di Kutai Timur Usir 900 Warga NTT, Kini Tempati Aula Kantor Camat
Ketua DPC Partai Demokrat Belu ini menyatakan mengikuti irama dan dinamika politik yang sedang terjadi sambil bekerja mengurus masyarakat. Bupati Willy tidak mempersoalkan jika Paket Sahabat jilid II dilanjutkan.
"Bagi saya tidak ada masalah untuk lanjut. Tergantung komunikasi saja," kata Bupati Willy saat dikonfirmasi Senin (23/9/2019). Ia berharap mendapat restu dari partai-partai untuk bertarung dalam Pilkada Belu 2020.
Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole juga mendaftar sendiri di PDIP sebagai bakal Calon Bupati Sumba Barat. Berkas pendaftaran telah diserahkan kepada Ketua DPC PDIP Sumba Barat, Alexander Redamata Dapawole bersama jajarannya, 19 September lalu. Bupati Niga tidak didampingi pasangannya, Wabup Marthen Ngailu Toni.

Selain Bupati Niga, lanjut Dapawole, PDIP juga menerima pendaftaran Yosua B. Anarato sebagai bakal Calon Wakil Bupati Sumba Barat. Yosua mendaftar tanpa pasangan.
Dapawole menjelaskan, PDIP Sumba Barat secara resmi telah menutup pendaftaran bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati pada tanggal 20 September 2019.
Pihaknya telah memproses kedua bakal calon ke DPD PDIP NTT dan diharapkan secepatnya berkas kedua calon tersebut dilanjutkan ke DPP PDIP.
Mengenai peluang Bupati Niga berpasangan dengan Yosua B. Anarato, Dapawole menjawab diplomatis. "Semua ini sedang dalam proses dan siapapun pasangan yang diputuskan DPP PDIP sebagai pimpinan DPC PDIP Sumba Barat siap mengamankannya," tandas Dapawole saat dikonfirmasi di Waikabubak, Senin kemarin.
• TERKINI! Begini Kondisi Warga NTT Setelah Diusir Pengusaha Sawit
Ketua DPD PDIP NTT, Ir. Emelia Nomleni menyampaikan terima kasih kepada Niga Dapawole yang sudah mendaftar seiabga bakal calon bupati di PDIP. Menurutnya, kedatangan Bupati Niga ke DPD PDIP NTT bagian dari silaturahmi.
Emi menegaskan, rumah besar PDIP terbuka untuk semua calon.
"Kami ingin semua calon yang masuk ke PDIP merasa nyaman, tidak dalam konteks hanya datang bertamu tapi betul-betul merasa PDIP adalah rumah untuk rakyat," kata Emi saat ditemui seusai menerima jajaran DPC PDIP Sumba Barat dan Bupati Niga.
"Prinsipnya Bapak Niga datang bersama DPC menyerahkan dokumen pencalonan, kami proses berpedoman pada peraturan partai No 24 tahun 2017. Kita proses seperti itu, jika ada kearifan lokal akan dikombinasikan," ujarnya.
• TERBARU Rusuh Wamena, 4 Jenazah Ditemukan di Puing Bangunan Terbakar,Total 21 Tewas, 1500 Mengungsi
Pada kesempatan itu, Bupati Niga mengatakan kalau dilihat latarbelakang keluarganya, orangtua mereka dari PNI. "Tahun 2010 saya ikuti proses di PDIP. Kami menang tapi tidak memenuhi persyaratan dan diulang dan kami kalah tapi kami terima dengan tangan terbuka," kata Bupati Niga. "Jika diterima oleh PDIP saya siap bertarung memenangkan pilkada," tandasnya.