Bupati TTU: Guru Kontrak Belum Memenuhi Jam Mengajar Akan Didistribusikan ke Sekolah Lain

Kata Bupati TTU: guru kontrak belum memenuhi jam mengajar akan didistribusikan ke sekolah lain

Bupati TTU: Guru Kontrak Belum Memenuhi Jam Mengajar Akan Didistribusikan ke Sekolah Lain
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Para guru kontrak saat mengikuti pertemuan bersama dengan Bupati TTU di Balai Binmaffo, Senin (23/9/2019). 

Kata Bupati TTU: guru kontrak belum memenuhi jam mengajar akan didistribusikan ke sekolah lain

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kata Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt mengatakan pertemuan bersama tersebut dilakukan untuk membagi SK dan pembayaran gaji terhadap para guru kontrak.

Menurutnya, gaji yang nanti dibayarkan kepada guru kontrak adalah gaji beberapa bulan awal. Hal itu karena menunggu proses perubahan APBD.

Menurutnya, kekurangan pembayaran gaji terhada guru kontrak tersebut nantinya akan diakomodir dalam perubahan APBD 2019 sehingga sebagian gaji para guru kontrak dibayar setelah penetapan APBD perubahan.

BREAKING NEWS: Warga Jakarta Tewas Usai Tenggelam di Air Terjun Tanggedu, Sumba Timur

"Hari ini kita akan lakukan pembagian SK tenaga kontrak guru dan pembagian gaji untuk beberapa bulan pertama sambil menunggu proses di perubahan APBD. Untuk kekurangannya kita akomodir lagi baru kita bayar," kata Raymundus kepada Pos Kupang saat ditemui di Kantor Bupati, Senin (23/9/2019).

Raymundus mengatakan, terkait dengan sejumlah tenaga kontrak guru yang belum memenuhi jumlah jam mengajar, pemerintah daerah akan meredistribusikan para guru kontrak tersebut ke sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan tenaga guru.

16 Tewas Dalam Kerusuhan di Wamena Papua, Pengungsi Mulai Kekurangan Makanan

Menurutnya, pemerintah telah menghitung secara baik terkait kebutuhan guru di Kabupaten TTU secara keseluruhan. Apabila terjadi penupenumpukan tenaga guru di sekolah-sekolah tertentu, maka wajib dilakukan redistribusi.

"Jadi, saya minta dinas agar mereka didistribusikan ke sekolah yang kurang guru dan tidak bisa memaksa di sekolah induk. Kan kita sudah menghitung kebutuhan guru secara keseluruhan," terangnya.

Raymundus menegaskan, jika terdapat sekolah yang mengalami penumpukan guru, maka para guru kontrak itu wajib didistribusikan ke sekolah-sekolah lain yang kekurangan guru.

"Tidak boleh menambah guru lagi. Guru yang ada harus diredistribusi agar menutupi kekurangan guru yang ada di sekolah-sekolah lain," tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh media ini dari Penjabat Sekda TTU Fransiskus Tilis menyebutkan, bahwa jumlah PTT pada Dinas PKO Kabupaten TTU sebanyak 1.712.

Jumlah guru sebanyak itu terdiri dari tenaga guru, 1.681, tenaga administrasi sekolah 13 orang dan tenaga administrasi di Dinas PKO sebanyak 18 orang.

Dari jumlah itu, jumlah PTT yang memenuhi syarat perpanjangan kontrak tahun 2019 sebanyak 1.433 orang dengan rincian tenaga guru 1.402 orang dan tenaga administrasi 31 orang.

Sementara 279 orang tidak memperoleh perpanjangan PTT tahun 2019 karena tidak memenuhi syarat jam mengajar. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved