Bupati Gidion Lantik Direktur Perumda Matawai Amahu, Ini Yang Dingatkan

Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, melantik Direktur Perusahan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Matawai Amahu Periode 2019-2024

Bupati Gidion Lantik Direktur Perumda Matawai Amahu, Ini Yang Dingatkan
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Bupati, Gidion Mbilijora, sedang melantik Direktur Perumda Air Minum Matawai Amahu Periode 2019-2024, Agustina Rambu Naha Hawu. 

Bupati Gidion Lantik Direktur Perumda Matawai Amahu, Ini Yang Dingatkan

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si, melantik Direktur Perusahan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Matawai Amahu Periode 2019-2024, Agustina Rambu Naha Hawu, SE.

Agustina dilantik di Aula Setda Kabupaten Sumba Timur, Jumat (20/9/2019) lalu.

Hadir dalam pelantikan itu, Sekda Dumba Timur, Domu Warandoy, Anggota DPRD Sumba Timur, Ayub Tay Paranda, Asisten Setda, sejumlah pimpinan OPD, saksi Rohaniwan, dan para tamu undangan lainya.

Bupati Gidion kepada POS-KUPANG. COM, Senin (23/9/2019), mengingatkan kepada Direktur yang baru dilantik agar jangan hanya kejar target pelayanan, tapi target juga untuk memperoleh keuntungan demi bertambahnya PAD Kabupaten.

"inikan Perusahan Umum Daerah, target itu bukan hanya sekedar pelayanan, target itu juga harus untung dari perusahan ini demi meningkatnya PAD,"tegas Gidion.

Gidion juga meminta, selain target memperoleh keuntungan, juga harus memberikan pelayanan yang terbaik terkait air bersih bagi warga.

"Air jangan macet, masyarakat harus terima air bersih. Jadi jangan main-main, karena ada penandatangan perjanjian kontrak,"tegas Gidion.

Sementara itu, Agustina Rambu Naha Hawu mengatakan, tujuan perusahan tentu melayani masyarakat juga mencari keuntungan. Pada tahun 2018 lalu Perumda sudah mendapatkan laba, namun belum terlalu signifikan.

Agustina juga mengatakan, sedangkan penyetoran PAD, pihaknya masih terikat dengan aturan dari surat edaran Menteri. Dimana PDAM yang belum mencapai 80 % cakupan pelayanan, itu tidak boleh menyetor PAD, meskipun perusahan tersebut sudah memiliki laba.

"Kami sudah laba tahun 2018, tapi masih terikat dengan aturan ini, sehingga kami belum menyetornya. Jadi bagian dari keuntungan itu dipakai untuk Investasi,"kata Agustina.

Sementara terkait dengan yang dingatkan bupati agar pelayanan air bagi warga tidak macet, kata Agustina, untuk lancar dan tidaknya air banyak faktor yang mempengaruhinya salah satunya diantaranya adalah pipa bocor dimana-mana.

VIRAL Tiup-tiup Mulut Ular, Kepala Pria Ini Digigit Ular Piton yang Ngamuk

Susunan Pemain Persib di Kandang Mutiara Hitam Persipura, Lini Belakang Maung Bandung Rawan

Baru Menikah, Istri Baim Wong Paula Verhoeven Bongkar Rahasia Suaminya Cintai Wanita Lain

"Jadi untuk 100 hari kerja saya pertama setelah dilantik ini adalah perbaiki kebocoran pipa dan penurunan tingkat piutang. Sebab sejauh ini pelanggan yang masih menunggak, ada juga pelanggan tunggak yang sudah diputuskan tapi mungkin tetap menggunakan air itu, ini target kita di 100 hari kerja pertama,"jelas Agustina. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved