Dinkes Ngada Adakan Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menggelar Sosialisasi HIV/AIDS bagi pejabat struktural lingkup Pemda Ngada.

Dinkes Ngada Adakan Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS
ISTIMEWA
Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menggelar sosialisasi HIV/ AIDS bagi pejabat struktural lingkup Pemda Ngada di Kemah Tabor Mataloko, September 2019. 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA - Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada menggelar Sosialisasi HIV/AIDS bagi pejabat struktural lingkup Pemda Ngada.

HIV/AIDS ialah Virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dengan menginfeksi dan menghancurkan sel darah putih. Infeksi HIV yang tidak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi yang serius yang disebut AIDS.

Di Provinsi NTT sejak tahun 2003 sampai tahun 2018 jumlah kasus seluruhnya sebanyak 5952 kasus, dengan profesi tertinggi Ibu Rumah Tangga sebanyak 1188 kasus.

Heboh, Suami Istri Ditemukan Tewas dan Membusuk di Rumahnya, Begini Cerita Warga

Berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 3274, dan Kabupaten Kupang menempati urutan teratas sebanyak 1327 kasus dan untuk Kabupaten Ngada berada di urutan ke 5 untuk Propinsi NTT.

Kasie Penanggulangan Pemberantasan Penyakit dan Wabah pada Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Maria Yosepha Kurnia, dalam laporan Panitia menyampaikan bahwa data kasus HIV / AIDS di Kabupaten Ngada dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2018 sebanyak 162 kasus, dengan HIV 64 kasus dan AIDS 98 kasus.

Dari jumlah tersebut 84 orang meninggal, dan yang mendapatkan terapi ARV sebanyak 41 orang. Kasus terbanyak di Kecamatan Bajawa 58 kasus dan terendah di Riung Barat dengan jumlah 3 kasus.

Sedih, 8 Orangtua Suruh Anaknya Mengemis, Herlambang Minta Lapor ke Polisi

"Sosialisasi untuk pejabat struktural lingkup Pemda Ngada ini dilakukan mengingat berdasarkan data sejak Januari 2019 - Juni tahun 2019 PNS di Kabupaten Ngada yang terinveksi HIV / AIDS berjumlah 3 orang," ujar Maria, sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang diterima POS-KUPANG.COM, Minggu (22/9/2019).

Sementara, Asisten III Setda Ngada, Dra Iju Maria Albina yang mewakili Bupati Ngada dalam sambutan, menyampaikan bahwa berdasarkan data-data penderita HIV / AIDS yang ada di Kabupaten Ngada, menunjukkan bahwa HIV / AIDS dianggap bukan hanya masalah medik dari penyakit menular semata, tetapi sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menyangkut semua aspek kehidupan manusia, baik medik, psikologis, sosial dan budaya.

Untuk itu Bupati Ngada melalui Asisten III mengajak seluruh stakeholder terkhusus pemerintah melalui para pejabat struktural lingkup Pemerintah Ngada, untuk dapat mengambil langkah nyata terutama melalui program dan kegiatan di masing-masing unit kerja.

Albina Iju menyampaikan beberapa poin penting diantaranya, pertama, HIV / AIDS saat ini belum ada obat atau vaksin untuk itu perlu adanya pola hidup sehat dan perlu disosialisasikan kepada semua masyarakat khususnya generasi muda.

Kedua, peserta sosialisasi ini adalah garda terdepan dalam pencegahan HIV / AIDS. Pandangan masyarakat untuk menjauhi atau menolak orang yang terinfeksi HIV / AIDS harus dihilangkan.

Ketiga, Pemda Ngada memberikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh stakeholder dibidang kesehatan yang telah terlibat dalam upaya penanggulangan AIDS di Kabupaten Ngada.

Narasumber sosialisasi HIV / AIDS ini sendiri adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Agustinus Naru dan dr. Ansel Ake, M. BioMed, SpPD.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi ini, anggota Forkopimda Ngada, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Ngada dan para Pejabat Eselon III dan IV lingkup Pemda Ngada serta para pemerhati masalah HIV / AIDS.

Dalam sosialisasi ini juga dibuka dengan sesi diskusi bagi peserta sosialisasi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved