Studi Terbaru, Tak Hanya Perempuan, Kapasitas Reproduksi Pria Punya Jam Biologis, Apa Penyebabnya?
Pada batas usia tertentu, para pria mempertimbangkan untuk membekukan sperma mereka, sama seperti para perempuan yang membekukan sel telur mereka.
Studi Terbaru kesehatan reproduksi, tak hanya Perempuan, kapasitas reproduksi pria atau kesuburan pria Punya jam biologis, ini penyebabnya
POS-KUPANG.COM - Kapasitas reproduksi pria ternyata dipengaruhi oleh usia. Kini, beberapa dokter untuk program bayi tabung atau IVF menyarankan agar pada batas usia tertentu, para pria mempertimbangkan untuk membekukan Sperma mereka, sama seperti para perempuan yang membekukan sel telur mereka.
Pada konferensi Komunitas Kesuburan Australia hari Senin (16/9/2019), peneliti bernama Franca Agresta dari Melbourne IVF mempresentasikan temuan baru yang menyoroti penurunan kesuburan pria terkait dengan usia.
"Ada efek penuaan yang harus diwaspadai pria," katanya.
"Tidak mengherankan mengingat sebagian besar proses biologis dipengaruhi oleh penuaan."
Studi ini melihat keberhasilan pasangan IVF di mana sang pria berusia di bawah 40 tahun (dengan usia rata-rata 33) atau di atas 40 tahun (dengan usia rata-rata 44).
Setelah menganalisis lebih dari 1.400 siklus transfer embrio tunggal selama lima tahun, para peneliti menemukan bahwa ketika pria berusia di bawah 40 tahun, Sperma mereka bisa mengarah pada setidaknya kehamilan awal dalam 39 persen kasus.
Untuk pria di atas 40 tahun, menurut penelitian -yang juga melibatkan Rumah Sakit Royal Women dan University of Melbourne -itu, angka ini turun menjadi 26 persen.
Agresta mengatakan penelitian itu mengesampingkan faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi kesuburan pria, seperti Sperma yang jelas-jelas berkualitas rendah.
Hal lain yang tak diperhitungkan dari penelitian ini adalah pasangan yang menggunakan injeksi sperma intracytoplasmic, bentuk khusus IVF yang bertujuan untuk mengobati kasus infertilitas pria atau kesuburan pria yang parah.
Untuk mengontrol setiap kontribusi perempuan terhadap infertilitas, para peneliti membatasi pasangan yang berpartisipasi. Mereka adalah pasangan yang telah melakukan tidak lebih dari dua siklus IVF, dan pihak Perempuan berusia di bawah 35 tahun.
Agresta mengatakan penelitian sebelumnya cenderung dikacaukan oleh salah satu dari faktor-faktor ini.
"Kami berusaha menjaga populasi sebersih mungkin sebanyak yang kami bisa, hanya untuk melihat efek usia ayah."

Disarankan untuk punya anak lebih dini
Agresta mengatakan lebih dari sepertiga siklus pengobatan di Australia dan Selandia Baru terjadi pada pria di atas usia 40 tahun.