Dampak Kemarau Danau Kota Kaya Adonara Kering

Dampak kemarau, Danau Kota Kaya, yang terletak di wilayah administrasi Desa Adonara, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, kering.

Dampak Kemarau Danau Kota Kaya Adonara Kering
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Emanuel Dile Bataona, pengunjung asal Kabupaten Lembata berpose dengan latar belakang Danau Kota Kaya, Pulau Adonara, Minggu (15/9/2019) 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Dampak kemarau, Danau Kota Kaya, yang terletak di wilayah administrasi Desa Adonara, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, kering. Danau dengan luas lebih dari 30 Ha itu mengering, sejak wilayah itu dilanda kemarau berkepanjangan. Warga setempat menyebutkan, penyusutan air di danau Kota Kaya itu terjadi sejak 1 Juli 2019 lalu.

Disaksikan Pos Kupang, Minggu (15/9/2019), Desa Adonara, Kecamatan Adonara Tengah, memiliki kekayaan alam dan memiliki situs bersejarah, yakni pusat Kerajaan Adonara. Di Desa itu pula terdapat Benteng peninggalan bangsa Portugis, serta memiliki kekayaan alam yang indah yaitu Danau Kota Kaya. Danau ini menghadirkan panorama yang sungguh tak ternilai. Memasuki Desa itu dari atas ketinggian, pengunjung akan disuguhkan panorama pantai dan danau sekaligus yang dipisahkan oleh pemukiman warga Dusun 4, Desa Adonara di bagian tengah.

Club Motor CB Mutis Kefamenanu Bersihkan Sampah di Arena Pameran Pembangunan

Andi Muhamad, warga Dusun 4, Danau Kota Kaya, Desa Adonara menyebutkan, air di danau tersebut menyusut sejak wilayah itu dilanda kekeringan panjang.

“Air menyusut sejak tanggal 1 Juli 2019, tetapi pada setiap musim hujan berkembang. Air akan penuh, sampai mendekati pemukiman warga. Kalau musim hujan Air banyak dan Penuh sekali. Karena sangat banyak, air yang mengalir dari wilayah perbukitan di sebelah Utara Desa Adonara pada musim penghujan akan ditampung di dalam danau ini. Karena itu kami membuat talud pengaman yang membatasi pemukiman warga dengan Danau,” ujar Andi Muhamad.

Enam Kantor Cabang KSP TLM di Flores Diresmikan Anggota Sudah Ribuan

Lebih lanjut, perpaduan air asin dan air tawar (air payau) di Danau Kota kaya menjadi habitat yang sangat baik bagi ikan Bandeng. Tak hanya bandeng, buayapun banyak hidup di danau Kota Kaya.

“Kalau ikan bandeng kami tidak tangkap setiap hari. Kami tangkap hanya untuk kepentingan umum, seperti syukuran dan menyambut hari raya. Buaya di sini juga tidak pernah membahayakan warga Desa. Dia (buaya) tidak sembarang. Kalau sembarang, kita tidak bisa hidup, apalagi kami tinggal di pinggir danau bagini,” tandas Andi Muhamad.
Sementara itu, Camat Adonara, Ariston Kolot Ola mengatakan, mengeringnya Danau Kota kaya salah satunya disebabkan juga oleh proses sedimentasi dari wilayah pegunungan yang berada di utara Danau Kota Kaya.

“Semua materil yang dibawa pada musim hujan masuk dan mengendap di danau ini. Sehingga danau ini semakin hari debitnya makin kecil. Kalau dulu, orang tidak bisa jalan di danau, sekarang ini orang bisa jalan di danau. Air hanya setinggi betis orang dewasa. Tetapi ikan bandeng masih banyak,” ujar Camat Kolot Ola.

Sementara itu Felix Koten selaku Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Sejarah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur berujar Danau Kota Kaya tidak dimasukan dalam venue untuk dikunjungi Peserta Festival Lamaholot tetapi danau tersebut sudah masuk dalam potensi yang akan dikembangkan pemerintah.

“Danau Kota Kaya Masuk dalam potensi yang akan dikembangkan Pemerintah, hanya pengembangan fisiknya yang belum. Kita fokus dulu yang paling potensial seperti Waiplatin, Pantai Deri dan Meko, dan danau Waibelen,” ujar Felix.
Menurutnya, Masyarakat di desa harus lebih kreatif berusaha mengembangkan potensi yang ada dengan menggunakan dana desa. Ia menyebutkan, Watotena, Inaburak dan Danau Waibelen, air terjun Boru, stop point Eputobi, adalah sebagian contoh inisiatif msyarakat mengembangkan potensi di desanya.

“Sosialisai dan dorongan agar warga memulai kreativitasnya untuk mengembangkan Danau Kota kaya kita lakukan rutin setiap tahun. Tinggal masyarakat memulai. Jika sudah potensial, pasti akan ada intervensi pemerintah,” ujar Felix Koten. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved