Siswa SMAK Syuradikara Jadi Anggota DPR RI, Ini Infonya

Siswa SMAK Syuradikara Ende, Yohana Helena Fiorola Ire menjadi Anggota DPR RI selama 4 hari dari 2 hingga 6 September 2019 di Jakarta. Dia bergabung b

Siswa SMAK Syuradikara Jadi Anggota DPR RI, Ini Infonya
Pos Kupang.com/romuladus pius
FOTO BERSAMA/ Yohana Helena Fiorola Ire Berfoto Bersama Guru Pembimbing, Maria G.D.L Pemba, S.Si. 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Siswa SMAK Syuradikara Ende, Yohana Helena Fiorola Ire menjadi Anggota DPR RI selama 4 hari dari 2 hingga 6 September 2019 di Jakarta. Dia bergabung bersama 128 orang siswa lainya dari seluruh Indonesia menjalankan tugas-tugas perlemen membahas isu lingkungan terutama keberadaan sampah plastik.
Kepada Pos Kupang, Sabtu (14/9/2019) Nona Ire demikian panggilan akrabnya mengatakan bahwa dirinya menjadi Anggota DPR RI selama 4 hari setelah dirinya dinyatakan lolos dalam seleksi menjadi aggota perlemen remaja mewakili Provinsi NTT bersama tiga siswa lainnya.

Pilkada Sumba Timur 2020: PDIP Buka Pendaftaran Penjaringan Balon Bupati dan Wabup Sumba Timur

TRAGIS, Bocah Mungil ini Tewas Diserang Burung Elang hingga Tewas, Sejumlah Anak Luka-luka

Nona Ire mengatakan untuk menjadi anggota perlemen remaja yang diprakarsai oleh DPR RI dirinya diminta untuk membuat tulisan dan video tentang lingkungan hidup dengan isu utama adalah keberadaan sampah plastik.

Dikatakan video dan hasil tulisan lalu dikirim ke Sektariat DPR RI di Jakarta dan dari 421 hasil tulisan maupun video dari Dapil 1 NTT setelah dilakukan seleksi di DPR RI Jakarta tercatat ada 4 hasil tulisan dan video yang dinyatakan lolos untuk menjadi anggota parlemen remaja termasuk dari Kabupaten Ende atas nama dirinya.

“Kalau dari NTT ada 421 peserta yang ikut namun yang lolos sebanyak 4 orang sedangkan kalau secara keseluruhan di Indonesia tercatat ada 11.825 orang yang ikut namun yang berhak lolos menjadi anggota perlamen remaja sebanyak 128 orang termasuk 4 orang dari Dapil 1 NTT,”kata Nona Ire.

Selama 4 hari menjadi anggota perlemen remaja di DPR RI ujar Nona Ire dan kawannya-kawannya sebanyak 128 orang menjalankan tugas seperti anggota DPR RI seperti melakukan sidang juga rapat-rapat komisi dan membawakan pemandangan umum.

Hal utama yang dibahas oleh anggota perlemen remaja yang adalah para siswa dari seluruh Indonesia adalah tentang lingkungan hidup terutama keberadaan sampah plastik.

2 Pemain Maung Bandung Omid dan Febri Terluka, Ini Kondisi Bus Persib Bandung yang Dilempari Batu

Persebaya Surabaya dan Semen Padang Lepas 1 Pemain Asinga Jelang Penutupan Transfer, Sabtu, Info

Menurutnya keberadaan sampah plastik saat ini sudah dalam taraf yang mengakutirkan sehingga perlu ada gerakan moral yang dimulai dari rumah dengan secara langsung mengurangi penggunaan sampah plastik.

Nona Ire mengatakan bahwa sampah plastik tentu tidak sekedar menjadi sebuah wacana semata namun harus ada upaya konkrit dari semua komponen seperti tidak menggunakan plastik pada saat berbelanja namun diganti dengan tas yang ramah lingkungan.

Sampah plastik secara tehknis sulit diurai oleh bumi bahkan yang ironisnya adalah saat ini banyak sampah plastik yang terbuang ke laut yang tentu saja tidak hanya mencemari laut namun juga merusak ekostim maupun habitat laut,ujar Nona Ire.

Guru pembimbing, Maria G.D.L Pemba, S.Si mengatakan sebagai guru dirinya merasa bangga dengan pretasi yang diraih oleh siswa atas nama, Yohana Helena Fiorola Ire yang terpilih menjadi anggota perlemen remaja.
Menurutnya prestasi itu tidak saja membanggakan bagi diri dan keluarganya namun juga nama besar SMAK Syuradikara.

Maria Pemba mengharapkan suatu saat nanti Yohana Helena Fiorola Ire bisa menjadi anak yang sukses tidak saja di level daerah namun juga nasional seperti prestasi yang telah dia tunjukan saat ini.

“Kalau pada saat menjadi anggota perlemen remaja dia hanya menjadi anggota DPR RI selama 4 hari maka suatu saat bisa menjadi anggota DPR RI selama 5 tahun,”kata Maria Pemba.

Maria Pemba mengatakan bahwa Yohana Helena Fiorola Ire adalah anak yang memiliki kemampuan akademik dan non akademik sehingga dengan demikian perlu pembinaan yang tepat agar lebih sukses di masa mendatang. (rom)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved