Organisasi Pemuda di Kota Kupang Kampanye Save Papua Merajut NKRI
Beberapa organisasi pemuda di Kota Kupang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Penjaga Kesatuan Bangsa menyelenggaran Kampanye Sosial Save Papua
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Beberapa organisasi pemuda di Kota Kupang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Penjaga Kesatuan Bangsa menyelenggaran Kampanye Sosial Save Papua Merajut NKRI di Arena Car Free Day, Jl. El Tari Kota Kupang Sabtu (14/9/2019).
Kegiatan ini melibatkan perwakilan organisasi pemuda lintas agama, FKUB Tingkat Provinsi NTT dan Kota Kupang, serta keluarga besar Papua yang ada di Kota Kupang.
• Sebelum Tabur Bunga di makam Habibie dan Ainun, Xanana beri dua surat kepada Ilham
"Kota Kupang sebagai Kota Kasih dan Nusa Tenggara Timur sebagai Provinsi Toleransi dipandang penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan dalam hidup bermasyarakat" ujar Floryanus Sambi Dede, S.Sos selaku Koordinator Kegiatan.
Ia mengatakan, kampanye Sosial Save Papua merupakan bentuk komitmen anti rasisme, anti radikalisme, anti hoax, serta anti isu sara yang dapat menganggu keamanaan dan persatuan kesatuan Indonesia.
• DPRD Manggarai Tetapkan 8 Fraksi. Ini Dia Nama Fraksinya !
"Gerakan ini sebagai bentuk tanggapan atas isu-isu kebangsaan yang sedang berkembang di Indonesia," ungkapnya.
Pemuda lintas agama yang diwakili oleh Gerakan Pemuda Ansor, Ajhar Jowe, S. Sos dalam pesan kebangsaannya menyampaikan, setiap masyarakat harus sadar bahwa NTT bagian dari NKRI sehingga pemuda harus berperan aktif menjaga nafas kedaulatan serta merajut persatuan dan kesatuan yang telah diwariskan oleh para pejuang.
Perwakilan Keluarga Besar Papua yang ada di Kota Kupang diwakili oleh Pdt. Thomas Ateta, S.Th, M.Th mengatakan kondisi sosial kemasyarakatan di Papua telah kondusif.
"Mari kita sama-sama belajar dan mengambil hikmah dari kejadian di Papua. NKRI adalah identitas kita bersama, NKRI adalah Harga Mati sehingga wajib untuk dijaga oleh semua masyarakatnya. Hitam Kulit, Keriting Rambut , Saya Papua, Saya NKRI, Saya Indonesia" demikian ujar Pdt. Thomas Ateta, S.Th, M.Th.
Dalam kampanye tersebut ada penyerahan bunga dan bendera merah putih secara simbolik dari Keluarga Besar Papua di Kota Kupang.
Bunga merupakan simbol cinta kasih yang menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke bersepakat untuk saling mencintai dan mengasihi tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, warna kulit, dan perbedaan lainnya yang dapat memecah belah.
Bendera merah putih menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia yang akan terus dijaga dan dipertahankan oleh seluruh masyarakat.
Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man menegaskan, ada 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia , dan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam pesan kebangsaannya, Herman menyampaikan lagu Dari Sabang Sampai Merauke merupakan perwujudan dari persatuan dan kesatuan yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa.
"Mari kita menjaga keutuhan bangsa Indonesia dengan cara memulainya dari Kota Kupang. Mari menjaga persatuan dan merajut kesatuan tanpa memandang perbedaan" anaknya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik NTT, Johanna E. Lissapaly, SH, M.Si mengapresiasi kegiatan Kampanye Sosial Save Papua Merajut NKRI sebagai salah satu bentuk pewarisan wawasan kebangsaan di Nusa Tenggara Timur.
Johanna dalam pesan kebangsaannya menjelaskan, Pancasila merupakan satu-satunya ideologi bangsa Indonesia sehingga Pemerintah NTT berkomitmen menolak paham-paham lain di luar Pancasila yang hanya akan membawa keruntuhan bagi bangsa Indonesia seperti radikalismesi, rasisme, terorisme, hoax.