Masyarakat Jangan Berburuk Sangka Pencekalan Melchias Mekeng

komunikasi dengan publik atau konstituen di Dapil 1 NTT yang menanti ditengah kegamangan akibat pencekalan ini.

Masyarakat Jangan Berburuk Sangka Pencekalan Melchias Mekeng
Pos Kupang/Egy Moa
Wakil Rektor I Unipa, Dr.Gery Gobang, S.Fil, M.Si

Masyarakat Jangan Berburuk Sangka Pencekalan Melchias Mekeng
 
POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Pencegahan  bepergian  keluar negeri selama  enam  bulan  oleh  Dirjen  Imigrasi, Kementrian  Hukum dan HAM  terhadap   Ketua  Fraksi  Partai  Golkar DPR  RI,  Drs. Mechlias Markus Mekeng,  ramai didiskusikan warga Kota  Maumere, Pulau  Flores.

Melchias disarankan  menjalin komunikasi  dengan publik atau konstituen  di  Dapil  1  NTT yang menanti  ditengah  kegamangan  akibat pencekalan  ini.   

Pengajar  Fakultas Ilmu-Ilmu  Sosial Universitas Nusa Nipa  (Unipa)  Maumere, Dr. Gery  Gobang, S.Fil,M.A,  pencekalan Melchias  atas  permintaan Komisi  Pemberantasan Korupsi  (KPK)  menimbulkan beragam pertanyaan kepada konstituen   terutama  warga  Kabupaten Sikka.

“Sebagian akan berusaha mencari tahu jawabannya. Sebagian pasti tidak cepat untuk mengambil kesimpulan.   Tidak  boleh berburuk sangka sebelum ada kepastian,”  kata Gery kepada pos-kupang.com, Rabu     (11/9/2019).

Pencekalan ferhadap Melchias,kata  Gery, memiliki konsekuensi dari perspektif komunikasi politik terhadap konstituen atau masyarakat kebanyakan. 

Kita  tak bisa  memungkiri  perhatian  dari wakil  rakyat asal Sikka    bagi Sikka  khususnya dan Dapil 1 NTT.

“Pak  Melchias  sangat  berjasa  pembangunan di  Sikka. Masyarakat sudah merasakan pembangunan infrastruktur  yang menjadi  kontribusi Pak Melchias di  Senayan.  Kita  tentu   masih mengharapkan peran Pak Melchias,”   ujar   Gery.

Dikatakanya,  Melchias bisa saja menjelaskan  pencekalanya   kepada publik  atau sebaliknya  tidak perlu menjelaskan.  Meski sebagai  pejabat publik,  Gery menyarankan  Melchias   menjalin komunikasi  dengan publik.   

Menurut Gery, KPK  punya alasan minta  pencekalan kepada   Dirjen   Imigrasi. Kesaksian  Melchias  dibutuhkan  dalam kasus hukum  terminasi  Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara  (PKP2B). Perjanjian itu  antara PT Asmin Koalindo  Tuhup (AKT) dan Kementrian  Energi dan  Sumber  Daya  Mineral (ESDM).

PT AKT merupakan anak perusahaan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal yang dimilik  Samin Tan. Samin diduga memberikan suap Rp  5  miliar  kepada  Wakil Ketua Komisi VII  DPR  RI,  Eni  Maulani  Saragih  mempengaruhi  Kementrian  ESDM.

VIRAL Suami Injak-injak dan Ikat Istri Usai Ketahuan Selingkuh, Tetangga dan Anak Ungkap Fakta Ini

Fakta dan Kronologi Lengkap 3 Remaja Pesta Sabu di Masjid di Surabaya, Begini Pengakuannya

Uang suap  itu  diduga terkait    terminasi PKP2B. (Laporan  Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius  Mo’a)

 

 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved