Berita Politik

Bawaslu: Parpol Buka Akses Data Terkait Rekrutmen Calon Kepala Daerah kepada Publik

Ketua Komisioner Bawaslu RI, Abhan, mengatakan parpol harus membuka akses data terkait rekrutmen calon kepala daerah kepada publik.

Bawaslu: Parpol Buka Akses Data Terkait Rekrutmen Calon Kepala Daerah kepada Publik
antaranews.com
Ketua Komisioner Bawaslu RI, Abhan 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Ketua Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Abhan, mengatakan partai politik harus membuka akses data terkait rekrutmen calon kepala daerah kepada publik.

"Kalau di Parpol, ada istilah konvensi, itu harus dibuka agar publik mengetahui dan melihat prosesnya seperti apa," ujar Abhan saat menjadi pembicara Diskusi Publik dengan tema 'Keterbukaan Informasi untuk Memperkuat Demokrasi' di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Abhan, khawatir adanya orang-orang yang terafiliasi dengan kasus korupsi turut serta menjadi calon peserta pemilihan umum (Pemilu).

Kalla Sebut Jokowi Segera Kirim Surpres Bahas Revisi Undang-Undang KPK ke DPR

"Tentu untuk mendapatkan kandidat yang baik, harus dengan proses yang baik 'kan? Salah satu proses yang baik adalah proses yang transparan," kata dia.

Jika parpol melakukan proses rekrutmen yang transparan, dapat meminimalisir adanya calon-calon yang terafiliasi kasus korupsi.

"Minimal sudah diketahui publik calon itu baik atau enggak," kata Abhan.

Selain itu, masukan publik juga bisa langsung didengar jika calon yang dirasa kurang baik. Sehingga prosesnya bisa terpantau langsung oleh publik.

Wapres Kalla Beberkan Poin Revisi UU KPK, Pemerintah Hanya Menyetujui Beberapa Hal

Menurut Abhan, kunci keterbukaan informasi dalam pemilu ada dua hal, antara lain transparansi penyelenggara Pemilu dan juga peserta pemilu.

Abhan mengatakan penyelenggara Pemilu sudah berusaha maksimal baik dari segi rekrutmen jajaran penyelenggara, sampai dengan pelaksanaan Pemilu yang ada.

Namun, transparansi peserta Pemilu juga harus seimbang.

"Kalau penyelenggara Pemilu sudah terbuka, maka peserta Pemilu juga harus terbuka. Karena disusunnya keterbukaan ini juga kan untuk partai politik," ujar Abhan.

Keterbukaan atau tranparansi itu salah satunya dalam mekanisme rekrutmen kader parpol untuk dicalonkan menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat atau nanti di Pilkada yang akan datang.

Sosok Pengusaha Wanita di Gresik Dibunuh Rekan Bisnisnya di Cafe Penjara Terungkap, Ini Modusnya!

"Untuk mendukung transparansi publik, parpol harus punya mekanisme keterbukaan rekrutmen kader-kadernya ketika akan dicalonkan sebagai Kepala Daerah, anggota dewan, dan sebagainya," kata Abhan.

Kendati, di Pemilu kemarin mekanisme transparansi sudah berjalan baik meski ada kekurangan di beberapa tempat.

Abhan mengatakan transparansi itu harus terus diperbaiki. (*)

Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved