Menkopolhukam Wiranto: Papua dan Papua Barat Aman, tetapi Masih Ada Provokasi

Kata Menkopolhukam Wiranto: Papua dan Papua Barat Aman, tetapi Masih Ada Provokasi

Menkopolhukam Wiranto: Papua dan Papua Barat Aman, tetapi Masih Ada Provokasi
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Menkopolhukam Wiranto (tengah) bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) menyampaikan keterangan usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo terkait Papua dan Papua Barat di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (30/8/2019). 

Kata Menkopolhukam Wiranto: Papua dan Papua Barat Aman, tetapi Masih Ada Provokasi

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyebutkan bahwa kondisi di Provinsi Papua dan Papua Barat dari laporan yang diterima per Senin (9/9/2019) aman dan kondusif.

Kendati demikian, masih ada provokasi dan selebaran-selebaran gelap yang terjadi di kedua provinsi tersebut untuk menghasut masyarakat.

Gubernur Papua Pusing Tahu 300 Mahasiswa Kembali ke Jayapura

"Per 9 September, laporan yang kami terima. Seluruh kondisi di Provinsi Papua dan Papua Barat, aman dan kondusif. Aktivitas sosial kemasyarakatan berjalan normal. Namun masih ada provokasi, selebaran-selebaran gelap," ujar Wiranto sebelum memimpin rapat koordinasi perkembangan situasi terkini Papua dan Papua Barat, di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Provokasi dan hasutan tersebut, kata dia, berupa dorongan kepada masyarakat Papua dan Papua Barat untuk terus menggelar aksi unjuk rasa susulan.

Warga Tambolaka, Sumba Barat Daya, Minta Bupati dan Wakil Bupati Prioritaskan Bangun Air Bersih

Hal tersebut terus dimonitor, karena pihaknya juga sudah mengetahui siapa pelaku atas aksi provokasi dan penghasutan tersebut.

"Kami sudah memastikan terjadinya unjuk rasa, kerusuhan, kerusakan, pembakaran itu memang dipicu dan diorganisir oleh kelompok-kelompok yang sudah kami jelaskan," ujar Wiranto.

"Ini satu konspirasi antara kekuatan yang ada di luar, Benny Wenda CS di sana yang terus memprovokasi, memberi info-info tidak benar dengan yang ada di dalam, unsur KNPB. Itu sudah sangat jelas," ucap dia.

Adapun Komite Nasional Papua Barat (KNPB) disebutkan oleh pihak kepolisian menjadi salah satu organisasi yang melatarbelakangi kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Selain KNPB, United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) juga menjadi organisasi lainnya.

"Kami sudah minta mereka menghentikan aktivitas itu. Hentikan provokasi, menghasut masyarakat Papua dan Papua Barat," kata Wiranto. (Kompas.com/Deti Mega Purnamasari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkopolhukam: Papua dan Papua Barat Aman, tetapi Masih Ada Provokasi",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved