Warga Tambolaka, Sumba Barat Daya, Minta Bupati dan Wakil Bupati Prioritaskan Bangun Air Bersih
Warga Tambolaka, Sumba Barat Daya, Minta Bupati dan Wakil Bupati Prioritaskan Bangun Air Bersih
Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
Warga Tambolaka, Sumba Barat Daya, Minta Bupati dan Wakil Bupati Prioritaskan Bangun Air Bersih
POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Warga Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya meminta bupati dan wakil bupati Kabupaten Sumba Barat Daya periode 2019-2024, dr.Kornelius Kodi Mete-Marthen Christian Taka, S.IPem memprioritaskan membangun air bersih bagi warga kota Tambolaka, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat Daya.
Pasalnya selama ini warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Warga hanya mengandalkan air bersih dengan membeli air melalui mobil tangki.
• Polisi Berhasil Bongkar Industri Komestik Oplosan, Begini Cara Tersangka Mengoplos
Bagi warga yang secara ekonomi mampu dapat membangun bak penampung air sehingga sekali beli bisa menampung 5000-6000 liter air. Dengan ketersediaan air tersebut cukup memenuhi kebutuhan keluarga satu hingga dua minggu ke depan.
Menjadi pertanyaan, bagaimana dengan orang miskin. Untuk membeli beras satu liter saja susah, apalagi membangun bak penampung air dan menbeli air dalam jumlah banyak.
Kondisi itu akan teratasi apabila pemerintahan baru membangun air bersih di kota Tambolaka. Secara teknis air bersih tersebut dikelolah perusahaan daerah air minum (PDAM).
• Bocah Kelas VI SD Disodomi dan Dibunuh Saat Hendak Pergi Ngaji, Ada Luka di Leher
Demikian disampaikan beberapa warga Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya diantaranya, Pendeta GKS Jemaat Mata Tambolaka, Sumba Barat Daya, Pendeta Irene Takandjandji, STh, Frans Ngongo Dapa dan Yosep Kaka di Tambolaka, Sumba Barat Daya, Sabtu (8/9/2019).
Menurut Pendeta Irene Takandjandji, STh, air bersih bukan hanya persoalan warga Kota Tambolaka tetapi juga menjadi persoalan warga Kodi dan sebagian warga wewewa atau menjadi persoalan masyarakat Sumba Barat Daya umumnya.
Karena itu, ia berharap pemimpin baru, harus menjalankan program sesuai kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. Misalnya air bersih, penerangan listrik dan lain-lain.
Program tujuh jembatan emas yakni desa bercahaya, desa berair, desa berkecukupan pangan, desa sehat, desa cerdas, desa tenteram dan desa wisata merupakan program stretegis sesuai kondisi ril lapangan.
Harapan bupati dan wakil bupati Sumba Barat Daya dapat menjalankan program kerja sesuai visi misi itu demi membawa masyarakat Sumba Barat Daya lebih maju dan sejahtera.
Sementara itu Frans Gongo Dapa dan Yosep Kaka meminta pemerintahan baru selain membangun air bersih juga membangun listrik hingga di kampung-kampung. Pasalnya sampai saat ini, sebagian masyarakat Sumba Barat Daya yang hidup di kampung-kampung belum mendapatkan penerangan listrik. Selama ini, masyarakat kampung masih mengandalkan penerangan lampu pelita. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/uskup-weetabula-mgr-edmundus-woga-cssr-mengukuhkan-janji-bupati-sumba-barat-daya.jpg)