Tak Tahan Dengan Debu, Masyarakat Karera Minta Jalan Propinsi Segera Dihotmix

meskipun sudah mulai diperbaiki namun saat ini akibat tumpukan sirtu itu, sangat menggangu mereka sebagai masyarakat yang ada dibahu jalan.

Tak Tahan Dengan Debu, Masyarakat Karera Minta Jalan Propinsi Segera Dihotmix
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Badan jalan Kananggar-Karera yang terlihat rusak. 

Tak Tahan Dengan Debu, Masyarakat Karera Minta Jalan Propinsi Segera Dihotmix

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Masyarakat di wilayah selatan Sumba Timur khususnya masyarakat Ngongi, di Kecamatan Karera Kabupaten Sumba Timur merasa bersyukur sebab kerinduan mereka selama ini untuk jalan Propinsi yang rusak berat akhirnya mulai diperbaiki tahun 2019 ini oleh Pemerintah Propinsi NTT.

Namun, warga meminta agar jalan yang sedang diperbaiki itu segera diaspalkan atau dihotmixkan, sebab mereka tidak tahan dengan debu yang menggangu kesehatan mereka akibat perbaikian jalan itu.

Tokoh masyarakat sekaligus Kepala Desa Ana Njaci, Kecamatan Karera, Umbu Ngara ketika dihubungi POS-KUPANG. COM, Jumat (6/9/2019) menyampaikan terima kasih dan rasa syukur sebab jalan propinsi yang mehubungi kampung mereka pada tahun 2019 ini sudah mulai diperbaiki oleh Pemerintah Propinsi NTT.

Kata dia, namun pekerjaan diutamakan  di wilayah yang tidak ada penghuninya, sementara di wilayah perkampungan hanya digali dan disiram sirtu. Akibatnya saat kendaraan melintas maupun tertiup angin debu tebal terbang dan sangat menggangu kesehatan mereka.

"Kita bersyukur sekali dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah karena jalan sudah mulai diperbaiki. Tapi perbaikan dibangun aspal itu mulai dari ujung yang tidak ada penghuninya, sedangkan di perkampungan di Ngongi itu hanya sebatas pengerasan dan sirtu, katanya di wilayah perkampungan kemudian aspalnya, jadi kami masyarakat ini makan abu, kita ini terima hujan abu pak di kampung"ungkap Umbu Ngara dengan nada kesal.

Menurutnya, apa salahnya, jika pekerjaan pembangunan hotmix jalan itu diutamakan di wilayah perkampungan yang ada manusianya, baru kemudian di wilayah yang tidak ada perkampungan. Sehingga untuk menghindari masyarakat tidak menghirup debu tebal tiap hari.

"Jadi kami masyarakat di rumah, di kantor desa, di Puskesmas, di Kantor Camat makan abu pak. Tolong dulu secepatnya dihotmix, kita ini sengsara debu di kampung akibat kerja jalan itu, setiap hari kita kabut dengan abu sampai ada orang kena asma,"ungkap Umbu Ngara.

"Orang bukan sakit karena penyakit lain tetapi karena abu. Pak tolong sampaikan dulu lewat media ini agar secepatnya di hotmix, sehingga kami masyarakat tidak lagi kena debu, kasihan kami,"tambah Umbu Ngara.

Tokoh masyarakat Karera lainya yang juga sebagai Anggota DPRD Sumba Timur John David, juga menyampaikan terima kasih dan syukur kepada Pemprov NTT yang sudah mulai memperbaiki jalan itu.  Sebab kondisi jalan itu, sejauh ini rusak berat dan menggangu arus transportasi dari dan menuju masyarakat di wilayah Selatan Sumba Timur.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved