Dengan Dana Rp 27 Miliar, Asrama Haji Transit Kupang Akan Dibuat Mewah
Asrama Haji Transit Kupang direvitalisasi untuk menjadi Asrama Haji yang lebih nyaman bagi calon jemaah Haji
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Hermina Pello
POS-KUPANG.COM |KUPANG - Pemerintah melalui Kanwil Kementerian Agama NTT dalam tahun anggaran 2019 membangun sarana prasarana berupa gedung Asrama Haji Transit Kupang. Asrama Haji Kupang ini akan dibuat mewah
Pembangunan ini menggunakan dana sebesar Rp 27,7
miliar.
Pembangunan Asrama Haji ini diawali dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Kakanwil Kementerian Agama NTT. Drs. Sarman Marselinus, Selasa (3/9/2019).
"Dana sebesar 27,7 miliar rupiah diperuntukkan bagi pembangunan revitalisasi Asrama Haji. Alokasi anggaran ini paling besar sepanjang pelaksanaan anggaran yang selama ini dikelola oleh Kanwil Kemenag NTT. Ini pertama kali, kami mendapatkan anggaran sebesar ini. Karena itu sejak awal kami mengajak semua pihak untuk bekerja sama agar pembangunan gedung ini berjalan dengan lancar dan hasilnya berkualitas," Kakanwil Kementerian Agama NTT, Drs. Sarman Marselinus dalam rilis yang diterima dari Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag NTT, Bobby Babaputra, S.Fil, M. M, Selasa (3/9/2019).
• Ini Tujuan OJK Terapkan supTech untuk Fintech
• Fakta Baru Perseteruan Nikita Mirzani dan Elza Syarief, Seret Hotman Paris dan Ajak Syahrini
Ia menjelaskan, pembangunan Asrama Haji menggunakan dana yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan dikerjakan oleh PT. Tureloto.
Sarman mengakui, ketersediaan sarana gedung Asrama Haji selama ini tidak memadai karena jumlah jemaah yang menggunakan gedung tersebut terus bertambah setiap tahun.
"Ketersediaan gedung yang memadai merupakan kebutuhan yang mendesak saat ini bagi NTT. Setiap tahun jemaah kita berjumlah 670 orang, sebagiannya akan transit di sini sebelum ke Surabaya," katanya.
Dijelaskan, dengan kondisi itu, membutuhkan fasilitas memadai. "Karena itu perlu penyesuaian ketersediaan fasilitas agar jemaah asal NTT merasa nyaman ketika berangkat haji.
Saya berharap pembangunan berjalan sesuai target yang direncanakan dan dijauhkan dari segala hambatan, sehingga gedung yang akan berdiri nanti adalah gedung yang berkualitas sebagai persembahan yang indah bagi negeri ini," katanya.
Dikatakan, pembangunan ini akan menjadi perintis bagi pembangunan fasilitas pendukung lainnya, dan dapat mendatangkan kepercayaan dari Negara untuk pembangunan fasilitas lainnya.
Plt. Kabid Haji dan Bimas Islam, Drs. Arif Badar dalam laporannya mengatakan, Asrama Haji yang dibangun akan memiliki 51 kamar yang dapat menampung 204 jemaah dan dikerjakan selama 180 hari kalender.
"Diperkirakan selesai akhir bulan Desember 2019," kata Arif.
Sementara Direktur Pengawas, Ruben Tahik mengatakan, pembangunan asrama ini nantinya terlihat mewah karena dilengkapi dengan berbagai fasiltas dan dapat langsung digunakan.
" Asrama haji ini mewah, memenuhi semua unsur bangunan seperti desain dan mekanikal. Kuncinya saja digunakan kunci elektrik dan dengan engineering system dijamin akan selesai pada waktunya," kata Tahik.
Wakil Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kota Kupang, Fredrix Bere menyampaikan bahwa TP4D Kota Kupang memberikan dukungan penuh kepada pemerintah terkait anggaran yang disalurkan untuk pembangunan gedung Asrama Haji Kupang.
Fredrix mengatakan timnya berkepentingan mengawal proyek tersebut agar pelaksanaan pembangunannya berjalan sebagaimana mestinya.
"Kami tidak main-main. Persoalan hukum akan dipecahkan bersama sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi Negara dan memastikan pekerjaannya sesuai dengan masa kontrak," kata Fredrix Bere. (Laporan Reporter POS-KUPANG, Oby Lewanmeru)