Bank Ini Kegunaan dari NTT Pay Yang Akan DilLuncurkan Bank NTT

Saat ini Bank NTT sementara mempersiapkan aplikasi NTT Pay untuk menggantikan M-Banking Bank NTT.

Bank Ini Kegunaan dari NTT Pay Yang Akan DilLuncurkan Bank NTT
POS KUPANG/YENI RACHAMAWATI
Direktur Utama Bank NTT, Izakh Eduard Rihi pose bersama dengan para pengusaha AABI di B & B, Rabu (4/9/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG  - Bank NTT terus melakukan inovasi mengikuti perkembangan teknologi. Saat ini Bank NTT sementara mempersiapkan aplikasi NTT Pay untuk menggantikan M-Banking Bank NTT.

"Pada aplikasi tersebut akan ada transaksi perbankan. Mulai buka rekening juga bisa. Kemudian untuk toko online, travel mau beli sewa kamar bisa lewat aplikasi ini," kata Direktur Utama Bank NTT, Izakh Eduard Rihi, di Kupang, Rabu (4/9/2019).

Dengan aplikasi NTT Pay, lanjutnya, bagi yang ingin membeli produk unggulan NTT tidak perlu lagi ke Kupang tapi hanya melalui aplikasi saja. "Misalnya bila ada yang ingin membeli produk unggulan hingga berton-ton maka Bank NTT bisa langsung memberikan pembiayaan pada UMKM. Sehingga aplikasi menjadi pintu masuk bagi mereka," ungkapnya.

Diduga Terlibat Pembunuhan Edi Chandra Purnama dan Pradana, Polisi Tangkap Pembantu Aulia Kesuma

Setelah Viral di Facebook, Bupati Tahun Jenguk Bocah Stunting, Gizi Buruk dan Gangguan Saraf

Bahkan kedepan, kata Izakh, diharapkan produk ini bukan menjadi produk Bank NTT tetapi menjadi produk Pemda.

"Sehingga semua bisa diikat. Kalau produk bank maka bersaingnya dengan bank. Kalau punya Pemda maka tidak ada pilihan. Sehingga masyarakat ekonomi NTT harus digitalisasi tidak bisa manual. Bank NTT ada untuk memastikan digitalisasi perbankan, kita juga sudah berkolaborasi dengan fintech," ujarnya.

NTT Pay tengah dipersiapkan dan akan dipersembahkan pada saat ulang tahun Provinsi NTT.
Pengusaha Lihat Potensi Unggulan

Direktur Utama Bank NTT, Izakh Eduard Rihi menyampaikan Road Map Masyarakat Ekonomi NTT kepada Asosiasi Aspal Beton Indonesia di B & B, Rabu (4/9/2019).

VIDEO: Gubernur NTT Viktor Laiskodat Sebut Pengusaha Gapensi Hobinya Kumpul Tanpa Ide. Ini Videonya

"Pemerintah dan Bank NTT mendorong pada para pengusaha untuk bisa mengelola usaha seperti bidang peternakan, pertanian, perikanan, pariwisata dan lainnya di berbagai daerah dengan melihat potensi unggulan. Kita akan komitmen dengan pemerintah daerah kabupaten/kota untuk menyampaikan produk unggulan apa saja yang ada di daerah tersebut sehingga bisa dikembangkan," katanya.

Ia menyebutkan kebutuhan dana berdasarkan road map potensi keunggulan daerah NTT yaitu Rp 101.643.413.029.686 dengan rincian untuk pembiayaan sektor pertanian Rp 14.576.369.914.356, kelautan dan perikanan Rp 11.231.645.880.800, pariwisata Rp 24.310.413.029.686 dan pengembangan ekonomi kawasan ekonomi baru segitiga Darwin-Kupang-Dili Rp 51.252.000.000.000.

Ia menjelaskan skema pendanaan yaitu stimulasi dari pemerintah pusat melalui APBN-APBD melalui penempatan giro pemerintah pusat di Bank NTT sejumlah Rp 101.643.413.029.686.

Jaminan pembiayaan terhadap kredit sindikasi perbankan melalui APBN Rp Rp 101.643.413.029.686 dan pinjaman akan dicover dengan jaminan tenaga kerja BPJS-TK.

Ketua Hipmi NTT Arthur Lay mengaku mendapatkan diskusi cerdas yang sangat baik pada pemaparan Road Map Masyarakat Ekonomi NTT.

"Bila pengusaha lokal disatukan dalam sisten Road Map pada pembangunan industri, maka harus mulailah dengan klasifikasi mana yang kecil, sedang, besar sehingga bisa dipetakan dengan jelas agar pengusaha bisa tepat," tuturnya.

Ia menyampaikan sistem Road Map Masyarakat Ekonomi NTT yang menggunakan dengan pola pembagian saham, diharapkan agar pemerintah tidak menggunakan jasa pengusaha dari luar dan pengusaha lokal hanya jadi penonton. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved