Breaking News
Kamis, 21 Mei 2026

Terkuak Pengakuan Blak-Blakan Sandiaga Uno, Sahabat Anies Baswedan, Jawab Ditampar & Diusir Prabowo

Terkuak Pengakuan Blak-Blakan Sandiaga Uno, Sahabat Anies Baswedan, Jawab Soal Ditampar dan Diusir Prabowo

Tayang:
Editor: Bebet I Hidayat
Instagram/SandiagaUno
Terkuak Pengakuan Blak-Blakan Sandiaga Uno, Sahabat Anies Baswedan, Jawab Soal Ditampar dan Diusir Prabowo 

Bang Sandiaga Uno terus berjalan sambil memakai jas hitamnya hingga komplek gedung MPR dan DPR.

"Ini ngapain pakai jalan kaki panas-panas enak-enak naik mobil?" tanya pembawa acara Indiarto Priadi.

"Jadi undangannya itu jam 08.00," jawab Sandiaga Uno.

"Undangan apa ini?" tanya Indiarto Priadi.

Bang Sandiaga Uno mengaku diundang oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk menghadiri Sidang Terbuka MPR.

"Undangan Sidang Terbuka MPR, diundang oleh Bang Zul Has, Bang Zulkifli Hasan sahabat saya, Ketua MPR," ujar Sandiaga Uno.

Meski sudah berangkat sejak awal, ternyata Sandiaga Uno masih harus terjebak macet lantaran ada rombongan pejabat yang lewat dan ia pun memutuskan untuk keluar dari mobil.

"Saya sih berangkatnya sudah awal dari rumah, tapi ya biasalah, pejabat lewat kan kita mesti distop gitu."

"Jadi saya pikir 'Waduh ini kan sudah nunggu, sudah lebih dari 10 menit', akhirnya saya putuskan jalan," tuturnya.

Lantaran sudah tidak menjabat apa-apa dalam pemerintahan, Sandiaga Uno harus rela lewat pintu belakang.

"Tadinya mau masuk lewat depan tapi diarahkan oleh (panitia lewat belakang), ini mungkin kan sudah enggak (pejabat)," kata Sandiaga Uno.

"Karena kan mantan pejabat, coba pejabat beneran (lewat) di depan," ledek Indiarto Priadi.

Bang Sandiaga Uno merasa dirinya memang harus berjalan kaki di tengah situasi macet seperti itu.

"Saya diarahkan masuk lewat belakang, jadi akhirnya kita mengarah ke belakang, terus jalan kaki. Karena kalau pakai mobil jadi macet sekali waktu itu," kata Sandiaga Uno

"Ya sudah kita ambil jalan pintas, kita jalan kaki, enggak sampai 7 menit sudah masuk di komplek MPR," lanjutnya.

Dengan bercanda, Indiarto Priadi pun mengaku jika dirinya berada di posisi Sandiaga Uno, maka ia akan gebrak meja lantaran seolah tidak dihormati.

"Saya bayangkan bahwa seorang mantan wakil gubernur, mantan calon wakil presiden, enggak boleh lewat depan, lewat belakang tanpa pengawal, gebrak meja kalau saya," canda Indiarto Priadi.

"Enggaklah," sahut Sandiaga Uno sambil tertawa.

Bang Sandiaga Uno mengaku dirinya justru senang bisa merasakan di posisi rakyat biasa ketika harus ikut disetop saat menunggu pejabat lewat.

Ia merasa kasihan pada masyarakat lantaran dulu saat dirinya masih menjadi pejabat, maka masyarakat harus rela berhenti demi memberi jalan dirinya.

"Kita rakyat biasa sekarang. Dan it actually feels very good, humbling (rasanya sangat menyenangkan, membaur-red) gitu, jadi buat saya kadang-kadang kita kan juga harus merasakan gitu."

"Jadi saya merasakan juga, wah kalau dulu, kalau saya lagi lewat ini begini ya, kasihan juga yang nunggu saya," kata Sandiaga Uno sambil tertawa.

Bang Sandiaga Uno Ternyata Ingin Jadi Pilot

Bang Sandiaga Uno ternyata sempat memiliki cita-cita menjadi seorang pilot.

Namun ternyata ada hal yang membuatnya gagal untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.

Lewat acara Ini Baru Empat Mata yang tayang di Trans 7 Official, Sandiaga mengungkap alasan dirinya gagal menjadi seorang pilot.

Kegagalan Sandiaga Uno tersebut berawal mulai kelas empat SD.

Saat itu Sandiaga Uno diharuskan memakai kaca mata lantaran mengalami minus.

"Cita-cita dari kecil ingin menjadi pilot, tapi begitu saya kelas empat SD ternyata harus pakai kaca mata jadi matanya minus," ungkap Sandiaga Uno.

Salah satu syarat dalam pendaftaran pilot ternyata tidak diperbolehkan berkacamata.

"Dalam pendaftaran pilot itu nggak boleh berkacamata jadi akhirnya cita-cita itu nggak tercapai," sambungnya.

Namun meskipun gagal menjadi pilot, Sandiaga Uno bangga karena saat ini dirinya mengenal banyak pilot.

"Sekarang kalau lagi ada kesempatan suka diundang ke kokpit untuk foto sama pilot, karena kayaknya cita-cita yang tercapai tapi alhamdulillah bisa kenal dengan banyak pilot," tuturnya.

"Dan kemarin keliling Indonesia 1.567 kunjungan ketemu banyak pilot," pungkas Sandiaga Uno.

Istri Sandiaga Uno Tantang Anak Maruf Amin di Pilkada Tangsel 2020

Sejumlah nama sudah mencuat ke permukaan untuk Pilkada Tangsel 2020.

Salah satu nama yang muncul sebagai kandidiat kuat yaitu istri Sandiaga Uno, Mpok Nur atau Nur Asia Uno.

Dikutip dari KompasTV live, Mpok Nur juga berkomitmen untuk mengabdi dan berbuat baik kepada masyarakat tak hanya di Tangerang Selatan namun juga di kota lainnya.

Sebelumnya nama Nur Asia Uno disebut-sebut sebagai calon Wali Kota Tangerang Selatan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Sufmi telah menyodorkan nama Nur Asia Uno kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk dipertimbangkan.

Selain Nur Asia Uno nama lain yang mencuat sebagai calon kontestan di Pilkada Tangerang Selatan adalah putri wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah.

Azizah menyatakan tekadnya untuk membangun kota Tangerang Selatan menjadi lebih maju lebih toleran dan merata kesejahteraannya.

Saat ini Azizah bahkan tengah mempersiapkan strategi untuk bertarung di Pilkada 2020.

Tahun depan Kota Tangerang Selatan akan menyelenggarakan pilkada bersama 270 daerah lainnya. Walikota terpilih nantinya akan menggantikan Airin Rachmi Diany yang telah menjabat selama 2 periode.

Dikutip dari Tribunnews.com, Ketua Umum DPP Partai Gerindra mengusulkan istri Sandiaga Uno, Nur Asia Uno untuk maju dalam kontestasi Pilkada Tangerang Selatan 2020, sebagai calon Walikota Tangsel karena dinilai memiliki kemampuan memimpin.

"Saya telah mengusulkan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk memajukan Nur Asia Uno sebagai calon Walikota Tangerang Selatan yang akan diusung Partai Gerindra pada Pilkada Tangerang Selatan 2020," kata Dasco di Jakarta, Rabu (31/7/2019), dikutip dari Antara.

Dia mengatakan, dirinya sudah menyampaikan usulan tersebut kepada Sandiaga Uno, dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu hanya tersenyum.

Menurut dia ada beberapa alasan mengapa Nur Asia Uno diajukan maju dalam Pilkada Tangsel, pertama, di wilayah tersebut terbukti tidak resisten terhadap pemimpin perempuan.

Kedua menurut Dasco, Nur Asia Uno memiliki kapasitas dan kapabilitas sehingga tidak perlu diragukan untuk memimpin Tangsel.

"Lalu, pemilih emak-emak pendukung Sandiaga Uno dan fans Nur Asia Uno sangat banyak di Tangsel," ujarnya.

Dasco mengatakan, Tangsel merupakan daerah dengan pembangunan yang cepat sehingga diperlukan orang-orang kreatif, teliti dan inovatif.

Dia menilai kriteria-kriteria tersebut diperlukan agar pembangunan di Tangsel ke depan dapat tersinkronisasi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Dasco mengaku tidak masalah apabila puteri Wakil Presiden Terpilih 2019-2024 Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah juga menyatakan siap maju dalam Pilkada Tangerang Selatan.

"Ya tidak masalah, artinya pangsa pasar pemimpin perempuan di Tangsel cukup memiliki daya tarik," ujarnya.(*)

Ini Pesan Perpisahan Bojan Malisic untuk Persib Bandung, Ini Rekor Terbaiknya Selama Perkuat Maung

Ramalan Zodiak Bulan September 2019, Capricorn Perhatikan Kesehatan, Aquarius Banjir Rejeki

Duh, Syahrini Diusir Saat Nonton Aladdin, Ini Penyebab Istri Reino Barack Diminta Keluar Studio

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved