Terkuak Pengakuan Blak-Blakan Sandiaga Uno, Sahabat Anies Baswedan, Jawab Ditampar & Diusir Prabowo
Terkuak Pengakuan Blak-Blakan Sandiaga Uno, Sahabat Anies Baswedan, Jawab Soal Ditampar dan Diusir Prabowo
POS-KUPANG.COM - Terkuak Pengakuan Blak-Blakan Sandiaga Uno, Sahabat Anies Baswedan, Jawab Soal Ditampar dan Diusir Prabowo
Mantan calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno atau lebih dikenal Sandiaga Uno akhirnya buka suara.
Mantan Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang berpasangan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini akhirnya menjawab rasa penasaran netizen soal isu dirinya ditampar Prabowo sesaat sebelum pidato kemenangan Prabowo-Sandi di momen Pilpres April lalu.
Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno pada acara E Talk Show TV One yang dipandu oleh wartawan senior Wahyu Muryadi.
Sebelumnya saat 17 April lalu, merebak isu bahwa Sandiaga Uno ditampar Prabowo Subianto sebelum pidato kemenangannya.
Bahkan beredar luas gambar yang memperlihatkan ada bekas gamparan Prabowo di pipi Sandiaga Uno.
Namun hal ini langsung ditambah oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Menurut BPN, isu Prabowo menabok Sandiaga Uno merupakan fitnah belaka.
"Tidak benar ada isu Pak Prabowo memukul Bang Sandi. Prabowo itu happy banget di Kertanegara. Apalagi pas mau pulang dari Kertanegara pas 17 April itu, dia senang banget," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, kepada wartawan, Sabtu (20/4/2019).
Andre menegaskan bahwa semua itu adalah adalah fitnah.
Lalu pada acara E Talk Show TV One, akhirnya Sandiaga Uno buka suara.
• Sandiaga Uno Jadi Model Majalah HAI dan Bloomberg,Ini Suksesnya Calon Wakil Presiden Capres Prabowo

(Antara)
"Jangan-jangan betul nih Anda diusir sama pak Prabowo?"tanya Wahyu Muryadi.
Bang Sandiaga Uno lalu menjawab dan mengatakan bahwa pertama kalinya dirinya menjawab tudingan tersebut.
"Saya akan berikan kronologisnya,"jawab Sandiaga Uno.
Wahyu kemudian melanjutkan dengan mengatakan banyak yang bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi saat itu.
Bahkan Wahyu meminta konfirmasi Sandiaga Uno soal isu dirinya diusir Prabowo Subianto.
Belum lagi wajah Sandiaga Uno yang kata Wahyu terlihat seperti orang yang tidak pernah cuci muka selama sepekan.
Dengan santai Sandiaga Uno menjawab
"Itu halu banget sih. Halu"
Bang Sandiaga Uno lalu mengatakan bahwa untuk pertama kalinya dirinya akan menjawab segala tudingan tersebut di E Talk Show TV One.
"Jadi ini first time on E TalkSHow saya bagikan kronologisnya"kata Sandiaga Uno.
Bang Sandiaga Uno lalu mulai menceritakan dan menjawab isu miring yang baru akan terjawab tersebut.
Bang Sandiaga Uno mengaku dirinya sangat lelah.
Apalagi setelah mengunjungi seribu lebih titik di Indonesia.
"Sekitar jam 10 pagi setelah mencoblos itu saya sudah cegukan,"kata Sandiaga Uno.
Lama-lama Sandiaga Uno semakin cegukan dan kondisinya semakin tidak stabil.
"Kondisi badan lelah sekali,"kata Sandiaga Uno lagi.

"Saya sekitar jam 10 pagi cegukan 1 menit sekali. Lama-lama setiap 5-10 detik"cerita Sandiaga Uno.
Bahkan saat pengumuman pertama sekitar jam 3 sore, Sandiaga Uno mengaku sedang diterapi asisten Ustad Segaf Al Jufri.
"Baru pas malamnya pengumuman kedua saya tidur. Pas bangun udah rame-rame,"kata Sandiaga Uno.
Bahkan Prabowo sempat mengecek keadaan Sandiaga Uno sebelum akhirnya pulang ke rumahnya yang tak jauh dari rumah Prabowo di kertanegara.
"Saya pulang istirahat,"kata Sandiaga Uno.
Bang Sandiaga Uno juga mengaku bahwa dirinya diminta Prabowo dan tim untuk hadir meski hanya 5 menit doang.
"Prabowo minta hadir di kartanegara. Hadir memberikan klarifikasi. Walaupun hanya 5 menit hanya utnuk mengklarifikasi bahwa semuanya baik,"kata Sandiaga Uno.
Lalu Wahyu kemudian bertanya soal hubungan Sandiaga Uno kini dengan Prabowo yang tidak diajak bertemu dengan Jokowi dan Megawati.
"Mantan bro,"kata Sandiaga Uno saat ditanya Wahyu.
Jalan Kaki ke Gedung MPR
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjalan kaki menuju komplek gedung MPR dan DPR ketika diundang mengikuti Sidang Terbuka MPR pada 16 Agustus 2019 lalu.
Bang Sandiaga Uno yang kini sudah bukan pejabat pemerintahan pun mengaku kasihan pada masyarakat lantaran dulu ketika dirinya lewat maka orang-orang harus memberinya jalan.
Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno dalam tayangan E Talk Show TV One unggahan kanal YouTube Talk Show tvOne, Jumat (30/8/2019).

Sandiaga Uno mengomentari aksinya berjalan kaki menuju Sidang Terbuka MPR. (Twitter/@sandiuno)
Tayangan tersebut menunjukkan sebuah video unggahan Instagram @sandiuno pada 16 Agustus 2019 lalu.
Dalam video tersebut tampak Sandiaga Uno yang berada di dalam mobil namun terjebak macet lantaran ada pejabat yang melintas.
Dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam, Sandiaga Uno langsung keluar dari mobil dan berjalan di sela para pengendara motor.
Bang Sandiaga Uno terus berjalan sambil memakai jas hitamnya hingga komplek gedung MPR dan DPR.
"Ini ngapain pakai jalan kaki panas-panas enak-enak naik mobil?" tanya pembawa acara Indiarto Priadi.
"Jadi undangannya itu jam 08.00," jawab Sandiaga Uno.
"Undangan apa ini?" tanya Indiarto Priadi.
Bang Sandiaga Uno mengaku diundang oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan untuk menghadiri Sidang Terbuka MPR.
"Undangan Sidang Terbuka MPR, diundang oleh Bang Zul Has, Bang Zulkifli Hasan sahabat saya, Ketua MPR," ujar Sandiaga Uno.
Meski sudah berangkat sejak awal, ternyata Sandiaga Uno masih harus terjebak macet lantaran ada rombongan pejabat yang lewat dan ia pun memutuskan untuk keluar dari mobil.
"Saya sih berangkatnya sudah awal dari rumah, tapi ya biasalah, pejabat lewat kan kita mesti distop gitu."
"Jadi saya pikir 'Waduh ini kan sudah nunggu, sudah lebih dari 10 menit', akhirnya saya putuskan jalan," tuturnya.
Lantaran sudah tidak menjabat apa-apa dalam pemerintahan, Sandiaga Uno harus rela lewat pintu belakang.
"Tadinya mau masuk lewat depan tapi diarahkan oleh (panitia lewat belakang), ini mungkin kan sudah enggak (pejabat)," kata Sandiaga Uno.
"Karena kan mantan pejabat, coba pejabat beneran (lewat) di depan," ledek Indiarto Priadi.
Bang Sandiaga Uno merasa dirinya memang harus berjalan kaki di tengah situasi macet seperti itu.
"Saya diarahkan masuk lewat belakang, jadi akhirnya kita mengarah ke belakang, terus jalan kaki. Karena kalau pakai mobil jadi macet sekali waktu itu," kata Sandiaga Uno.
"Ya sudah kita ambil jalan pintas, kita jalan kaki, enggak sampai 7 menit sudah masuk di komplek MPR," lanjutnya.
Dengan bercanda, Indiarto Priadi pun mengaku jika dirinya berada di posisi Sandiaga Uno, maka ia akan gebrak meja lantaran seolah tidak dihormati.
"Saya bayangkan bahwa seorang mantan wakil gubernur, mantan calon wakil presiden, enggak boleh lewat depan, lewat belakang tanpa pengawal, gebrak meja kalau saya," canda Indiarto Priadi.
"Enggaklah," sahut Sandiaga Uno sambil tertawa.
Bang Sandiaga Uno mengaku dirinya justru senang bisa merasakan di posisi rakyat biasa ketika harus ikut disetop saat menunggu pejabat lewat.
Ia merasa kasihan pada masyarakat lantaran dulu saat dirinya masih menjadi pejabat, maka masyarakat harus rela berhenti demi memberi jalan dirinya.
"Kita rakyat biasa sekarang. Dan it actually feels very good, humbling (rasanya sangat menyenangkan, membaur-red) gitu, jadi buat saya kadang-kadang kita kan juga harus merasakan gitu."
"Jadi saya merasakan juga, wah kalau dulu, kalau saya lagi lewat ini begini ya, kasihan juga yang nunggu saya," kata Sandiaga Uno sambil tertawa.
Bang Sandiaga Uno Ternyata Ingin Jadi Pilot
Bang Sandiaga Uno ternyata sempat memiliki cita-cita menjadi seorang pilot.
Namun ternyata ada hal yang membuatnya gagal untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.
Lewat acara Ini Baru Empat Mata yang tayang di Trans 7 Official, Sandiaga mengungkap alasan dirinya gagal menjadi seorang pilot.
Kegagalan Sandiaga Uno tersebut berawal mulai kelas empat SD.
Saat itu Sandiaga Uno diharuskan memakai kaca mata lantaran mengalami minus.
"Cita-cita dari kecil ingin menjadi pilot, tapi begitu saya kelas empat SD ternyata harus pakai kaca mata jadi matanya minus," ungkap Sandiaga Uno.
Salah satu syarat dalam pendaftaran pilot ternyata tidak diperbolehkan berkacamata.
"Dalam pendaftaran pilot itu nggak boleh berkacamata jadi akhirnya cita-cita itu nggak tercapai," sambungnya.
Namun meskipun gagal menjadi pilot, Sandiaga Uno bangga karena saat ini dirinya mengenal banyak pilot.
"Sekarang kalau lagi ada kesempatan suka diundang ke kokpit untuk foto sama pilot, karena kayaknya cita-cita yang tercapai tapi alhamdulillah bisa kenal dengan banyak pilot," tuturnya.
"Dan kemarin keliling Indonesia 1.567 kunjungan ketemu banyak pilot," pungkas Sandiaga Uno.
Istri Sandiaga Uno Tantang Anak Maruf Amin di Pilkada Tangsel 2020
Sejumlah nama sudah mencuat ke permukaan untuk Pilkada Tangsel 2020.
Salah satu nama yang muncul sebagai kandidiat kuat yaitu istri Sandiaga Uno, Mpok Nur atau Nur Asia Uno.
Dikutip dari KompasTV live, Mpok Nur juga berkomitmen untuk mengabdi dan berbuat baik kepada masyarakat tak hanya di Tangerang Selatan namun juga di kota lainnya.
Sebelumnya nama Nur Asia Uno disebut-sebut sebagai calon Wali Kota Tangerang Selatan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Sufmi telah menyodorkan nama Nur Asia Uno kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk dipertimbangkan.
Selain Nur Asia Uno nama lain yang mencuat sebagai calon kontestan di Pilkada Tangerang Selatan adalah putri wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah.
Azizah menyatakan tekadnya untuk membangun kota Tangerang Selatan menjadi lebih maju lebih toleran dan merata kesejahteraannya.
Saat ini Azizah bahkan tengah mempersiapkan strategi untuk bertarung di Pilkada 2020.
Tahun depan Kota Tangerang Selatan akan menyelenggarakan pilkada bersama 270 daerah lainnya. Walikota terpilih nantinya akan menggantikan Airin Rachmi Diany yang telah menjabat selama 2 periode.
Dikutip dari Tribunnews.com, Ketua Umum DPP Partai Gerindra mengusulkan istri Sandiaga Uno, Nur Asia Uno untuk maju dalam kontestasi Pilkada Tangerang Selatan 2020, sebagai calon Walikota Tangsel karena dinilai memiliki kemampuan memimpin.
"Saya telah mengusulkan kepada Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk memajukan Nur Asia Uno sebagai calon Walikota Tangerang Selatan yang akan diusung Partai Gerindra pada Pilkada Tangerang Selatan 2020," kata Dasco di Jakarta, Rabu (31/7/2019), dikutip dari Antara.
Dia mengatakan, dirinya sudah menyampaikan usulan tersebut kepada Sandiaga Uno, dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu hanya tersenyum.
Menurut dia ada beberapa alasan mengapa Nur Asia Uno diajukan maju dalam Pilkada Tangsel, pertama, di wilayah tersebut terbukti tidak resisten terhadap pemimpin perempuan.
Kedua menurut Dasco, Nur Asia Uno memiliki kapasitas dan kapabilitas sehingga tidak perlu diragukan untuk memimpin Tangsel.
"Lalu, pemilih emak-emak pendukung Sandiaga Uno dan fans Nur Asia Uno sangat banyak di Tangsel," ujarnya.
Dasco mengatakan, Tangsel merupakan daerah dengan pembangunan yang cepat sehingga diperlukan orang-orang kreatif, teliti dan inovatif.
Dia menilai kriteria-kriteria tersebut diperlukan agar pembangunan di Tangsel ke depan dapat tersinkronisasi dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Dasco mengaku tidak masalah apabila puteri Wakil Presiden Terpilih 2019-2024 Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah juga menyatakan siap maju dalam Pilkada Tangerang Selatan.
"Ya tidak masalah, artinya pangsa pasar pemimpin perempuan di Tangsel cukup memiliki daya tarik," ujarnya.(*)
• Ini Pesan Perpisahan Bojan Malisic untuk Persib Bandung, Ini Rekor Terbaiknya Selama Perkuat Maung
• Ramalan Zodiak Bulan September 2019, Capricorn Perhatikan Kesehatan, Aquarius Banjir Rejeki
• Duh, Syahrini Diusir Saat Nonton Aladdin, Ini Penyebab Istri Reino Barack Diminta Keluar Studio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sandiaga-uno-ig.jpg)