Stasiun Klimatologi Kupang: Kekeringan Terpanjang di Sumba Timur 168 Hari Tanpa Hujan

Menurut Stasiun Klimatologi Kupang: Kekeringan Terpanjang di Sumba Timur 168 Hari Tanpa Hujan

Stasiun Klimatologi Kupang: Kekeringan Terpanjang di Sumba Timur 168 Hari Tanpa Hujan
ISTIMEWA
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, Apolonaris S. Geru SP, M.Si 

Menurut Stasiun Klimatologi Kupang: Kekeringan Terpanjang di Sumba Timur 168 Hari Tanpa Hujan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hari Tanpa Hujan Terpanjang dialami wilayah Rambangaru, Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) yakni 168 hari.

Demikian disampaikan oleh Kepala Stasiun Klimatologi Kupang Kelas II Kupang, Apolonaris S. Geru SP, M.Si Kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (1/8/2019).

SMKN 5 Kupang Gelar Raker, Ini yang Akan Dibahas

Ia menjelaskan, Provinsi NTT pada umumnya, berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) Dasarian III Agustus 2019, mengalami Hari Tanpa Hujan dengan kategori Kekeringan Ekstrem (>60 hari).

Beberapa wilayah di NTT yang sudah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori Kekeringan Ekstrem (>60 hari) yaitu di Kab ManggaraiTimur (sekitar Borong), Ngada (sekitar Aimere, Wolomeze, dan Wacpana), Nagekeo (sekitar Danga), Ende (sekitar Nanganio, Detusoko dan Wolojita).

Stasiun Klimatologi Kupang Keluarkan Peringatan Dini Bencana Kekeringan Metereologis di NTT

Selanjutnya, Kabupaten Sikka (sekitar Stamet Maumere, Waigete dan Nangablo), Flores Timur (sekitar Konga), Lembata (sekitar Lewoleba. Wairiang dan Wulandoni), Sumba Barat (sekitar Waikabubak dan Kabukarudi).

Kabupaten Sumba Timur (sekitar Waingapu, Kanatang, Kawangu, Tanarara, Tawui, Lambanapu dan Kamanggih), Sabu Raijua (sekitar Daicko), Rote Ndao (sekitar Stamet Leukunik, Busalangga, Feapopi dan Batutua).

Kota Kupang (sekitar Oepoi, Naioni dan Mapoli), Kabupaten Kupang (sekitar Oekabiti, Baun, Oenesu, Oclnasi dan Sulamu), Timor Tengah Selatan (sekitar Panite, Kuatnana dan Kcsctnana), Timor Tengah Utara (sekitar Noemuti dan Sap'an), Malaka (sekitar Biudukfoho), Belu (sekitar Atambua, Umarese. Fatukmctan dan Fatulotu).

Apolonaris mengatakan Stasiun Klimatologi Kupang Kelas II Kupang mengeluarkan peringatan dini bencana kekeringan metereologis di NTT.

Ia menjelaskan, saat ini total zona musim di NTT masih berada dalam periode musim kemarau berdasarkan analis update, Sabtu (31/8/2019).

Lanjutnya, data Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan bahwa di daerah di NTT pada umumnya mengalami deret hari kering lebih dari enam puluh hari.

Menurutnya peluang curah hujan menunujukkan bahwa daerah NTT diperkirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah (kurang dari 20 mm/dasariah) dengan > 70%.

"Melihat kondisi di atas memenuhi syarat dikeluarkannya peringatan dini," ujar Apolonaris.

Menurutnya dampak dari bencana kekeringan, yakni masyarakat petani beralih ke sistem tadah hujan, kekerungan ketersedian air bersih dan meningkatnya potensi mudahnya terjadi kebakaran. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved