Siasati Keterbatasan Ahli, Divisi Bedah Saraf RSUD Prof Johanes Bekali Dokter Umum Seluruh NTT

Siasati Keterbatasan Ahli, Divisi Bedah Saraf RSUD Prof. Dr. WZ. Johanes Kupang Bekali dokter umum seluruh NTT

Siasati Keterbatasan Ahli, Divisi Bedah Saraf RSUD Prof Johanes Bekali Dokter Umum Seluruh NTT
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Wakil Direktur RDUD Prof Dr Johannes Kupang dr Stevanus Dhe Soka, Sp.B bersama penggagas kegiatan Dr dr. Donny Argie, SpBS dan paitia serta perwakilan peserta saat pembukaan kegiatan di Auditorium Lantai 3 Ponek RSUD Kupang pada Sabtu (31/8/2019). 

Siasati Keterbatasan Ahli, Divisi Bedah Saraf RSUD Prof. Dr. WZ. Johanes Kupang Bekali dokter umum seluruh NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Dalam rangka menyiasati keterbatasan tenaga ahli (dokter) bedah saraf di Provinsi Nusa Tenggara Timur, RSUD Prof Dr Johannes Kupang menggandeng dan membekali para dokter umum yang bertugas di seluruh NTT dengan pengetahuan tentang bedah saraf.

Pembekalan yang digagas oleh Divisi Bedah Saraf Departeen Bedah RSUD Prof Dr Johannes Kupang ini dikemas dalam kegiatan seminar “1st Neurosurgery NTT Update; How to Deal with Spine Fase In Rural Area”.

Gelar Festival Kencan Buku Fes II, Ini Harapan Komunitas Leko Kupang

Seminar yang dibuka oleh Wakil Direktur RSUD Prof Dr Johannes Kupang, dr Stevanus Dhe Soka, Sp.B ini diikuti sebanyak 200an dokter umum yang tersebar di seluruh rumah sakit di provinsi NTT.

Kepada POS-KUPANG.COM, Dr Stev kegiatan ini diperuntukkan bagi para dokter umum yang bertugas di wilayah NTT termasuk para dokter yang bekerja di wilayah terpencil agar memiliki pengetahuan dan pemahaman dasar agar bisa menangani kasus-kasus tulang belakang atau spain sesusi dengan kompetensinya.

“NTT ini kepulauan sehingga kita harap dokter umum yang bekerja di daerah terpencil juga bisa menangani kasus kasus tulang belakang atau spain sesuai dengan kompetensinya mereka,” ungkap dr Stev.

Gawat! Menurut BNPB : Kebakaran Hutan dan Lahan Terbanyak di NTT, Lihat Datanya

Tujuan kegiatan ini, jelasnya, adalah untuk memberikan penyegaran berupa tips dan trik khusunya dalam kaitan dengan penanganan pertama pada pasien bedah terutama pada kasus bedah tulang bekalang. Harapannya agar kegiatan ini dapat bermanfaat secara nyata bagi peserta.

Latar belakang diselenggarakan kegiatan ini, ungkapnya, karena keterbatasan dokter ahli bedah saraf yang dimiliki oleh NTT yang dalam praktiknya harus melayani sekian banyak pasien dengan kasus bedah saraf khusunya tulang belakang.

“Di NTT ini dokter bedah saraf hanya dua orang untuk melayani hampir 5 juta orang dengan daerah tugas yang begitu luas, maka itu butuh semacam agen atau satelit pelayanan yang bisa digerakan oleh dokter,” katanya.
Dua dokter ahli (spesialis) bedah saraf tersebut saat ini bertugas di RSUD Prof Dr Johannis Kupang dengan status ASN dan Kontrak.

“Kita punya dua (ahli bedah saraf), satunya ASN dan satunya lagi tenaga kontrak di rumah sakit. Ya, semoga bisa difasilitasi menjadi salah sau asset daerah, karena dr Erik Malelak ini selain karena putra daerah tetapi juga mau mengabdi untuk NTT,” tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved