Sabtu, 25 April 2026

Kepsek SMAN 1 Ende Larang Siswa Bawa Wadah Abis Pakai Ke Sekolah

Kepala sekolah (Kepsek) SMAN 1 Ende melarang siswanya untuk membawa wadah minuman abis pakai ke sekolah.

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Kepsek SMAN 1 Ende, Yohanes A. Minggu 

Kepsek SMAN 1 Ende Larang Siswa Bawa Wadah Abis Pakai Ke Sekolah

POS-KUPANG.COM|ENDE---Kepala sekolah (Kepsek) SMAN 1 Ende melarang siswanya untuk membawa wadah minuman abis pakai ke sekolah.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik dan juga sebagai bentuk kampanye kepedulian kebersihan lingkungan kepada para siswa.

Kepala Sekolah SMAN 1 Ende, Yohanes A Minggu mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Kamis (29/8/2019) di Ende.

Yohanes mengatakan bahwa saat ini pemerintah dan masyarakat sedang gencar mengkampanyekan pengurangan sampah plastik dan sebagai bentuk aksi nyata pihak sekolah dalam kampanye pengurangan sampah plastik adalah para siswa di sekolah tersebut dilarang membawa wadah plastik habis pakai.

“Jika sebelumnya para siswa membawa air minum dalam kemasan baik dalam bentuk botol maupun kaleng ke sekolah dan setelah itu wadahnya langsung dibuang karena memang habis pakai maka mulai Tahun Ajaran 2019 para siswa diwajibkan membawa air minum sendiri dari rumah tidak diperkenankan membawa air mineral dalam bentuk kemasan yang habis pakai,”kata Yohanes.

Menurut Yohanes langkah yang dilakukan oleh pihak sekolah sebagai respon akan kempanye pengurangan plastik karena memang keberadannya sudah dalam tahap yang mengkuatirkan.

“Kita lihat di pantai maupun got yang ada di Kota Ende dipenuhi dengan sampah plastik. Hal ini tentu mengkuatirkan karena dampaknya juga akan kembali ke manusia,”kata Yohanes.

Pihak sekolah SMAN 1 juga ujar Yohanes dalam upaya mengurangi dampak plastik menyediakan air minum kepada para siswa di masing-masing kelas.

“Para siswa silahkan membawa mok atau cangkir dari rumah kalau memang tidak ada botol karena pihak sekolah telah menyediakan air minum di sekolah silahkan diambil pada saat jam istirahat,”kata Yohanes.

Yohanes mengatakan bahwa kampanye pengurangan sampah plastik tidak sekedar wacana namun harus segera dipraktekan dan SMAN 1 Ende sudah mulai melakukan hal tersebut.

“Kita berharap agar kempanye pengurangan sampah plastik yang dilakukan di sekolah juga bisa diikuti oleh orang tua para siswa di rumah. Kami juga meminta kepada para siswa untuk menginformasikan kepada orang tua mereka akan dampak negatif dari sampah plastik serta mulai mengurangi penggunaan plastik, ”kata Yohanes.

Artinya kampanye pengurangan dampak sampah plastik yang dilakukan oleh para siswa di sekolah juga bisa tertular ke rumah orang tua para siswa sehingga dengan demikian keberadaan sampah plastik secara perlahan bisa dikurangi

Yohanes mengatakan kampanye pengurangan sampah plastik di SMAN 1 Ende sudah memberikan dampak positif karena saat ini di kompleks sekolah sudah tidak terlihat sampah plastik.

5 Pria Paksa Wanita 18 Tahun Berhubungan Seks di Rumah Kosong Bukannya Senang Pelaku Malah Dapat Ini

65 Desa Di Flores Barat Belum Berlistrik

Kondisi ini tentu berbeda dengan waktu sebelumnya yang mana sampah di sekolah didominasi oleh plastik bekas air minum.

Sediakan Air Minum Bagi Siswa

Dalam upaya mengurangi dampak sampah plastik pihak sekolah SMAN 1 Ende menyediakan air minum kepada para siswa di masing-masing kelas.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved