Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Ini yang Dilakukan Polres TTU Jelang Operasi Patuh Turangga 2019

Polres TTU menggelar upacara apel Operasi Patuh Turangga 2012. Upacara apel yang dipimpin oleh Kapolres TTU

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Upacara apel operasi patuh turangga 2019 di Mapolres TTU, Kamis (29/8/2019) 

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Polres TTU menggelar upacara apel Operasi Patuh Turangga 2012. Upacara apel yang dipimpin oleh Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto tersebut dilaksanakan di Halaman Mapolres TTU, Kamis (29/8/2019).

Usai melaksanakan upacara apel, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto kepada wartawan mengungkapkan operasi patuh turangga dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dalam berlalu lintas di wilayah Kabupaten TTU.

Meskipun demikian, Rishian mengatakan bahwa masyarakat di Kabupaten TTU sudah tertib dalam mengendarai kendaraan serta patuh terhadap aturan lalu lintas.

Hadok: Tinju Tradisional Lembata yang Harus Dilestarikan Generasi Muda

"Operasi dilakukan dalam rangka memaksimalkan peran Satlantas. Mungkin penggunaan helm sudah tertib, tapi seringkali tidak ada polisi mereka tidak menggunakan helm yang nantinya berimplikasi pada kecelakaan lalu lintas," ungkapnya.

Dijelaskan Rishian, kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten TTU sebagian besar adalah kasus kecelakaan tunggal yang dipengaruhi oleh minum minuman keras.

"Dan untuk beberapa kejadian itu korbannya adalah anak sekolah, karena mereka berboncengan lebih dari satu orang dan tidak memakai helm," terangnya.

Undana Akan Mewisuda 1.012 Lulusan, Simak Lulusan Termuda dan 10 Orang Lulus dengan Predikat Pujian

Atas kejadian tersebut, tegas Rishian, dalam operasi patuh turangga 2019 tersebut, Polres TTU akan melakukan tindakan tegas bagi masyarakat yang melanggar aturan lalu lintas.

Rishian berharap, kepada semua masyarakat di Kabupaten TTU, mari demi keselamatan bersama, jangan takut hanya karena ada polisi, tapi takut lah bahwa kecelakaan dapat mengintai setiap saat.

"Bisa saja terjadi karena ketidak hati-hatian kita, bisa karena orang lain, bisa karena kendaraan, bisa juga karena kondisi lingkungan," ungkapnya.

Rishian menjelaskan bahwa, operasi patuh turangga dilakukan selama 14 hari terhitung sejak hari ini, 29 Agustus sampai dengan 11 September 2019. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved