Hari Terakhir Pengabdian DPRD, Bupati Sikka Batalkan Paripurna Penetapan Ranperda APBD Perubahan

Pengalaman tak menggembirakan diakhir pengabdian lima tahun dialami anggota DPRD Sikka periode 2014- 2019. Sidang terakhir penetapan Rancang

Hari Terakhir Pengabdian DPRD, Bupati Sikka Batalkan Paripurna Penetapan Ranperda APBD Perubahan
POS-KUPANG.COM/EGINIUS  MO’A
Ketua  DPRD  Sikka, Gorgonius  Nago  Bapa  memberikan  penjelasan  kepada  wartawan tentang  pembatalan sidang  paripurna  Ranperda APBD Perubahan 2019, Sabtu   (24/8/2019) di  ruang  rapat Ketua  DPRD,  Kota Maumere, Pulau  Flores. 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Pengalaman  tak  menggembirakan diakhir  pengabdian lima tahun  dialami anggota  DPRD  Sikka   periode 2014- 2019.  Sidang  terakhir penetapan Rancangan Peraturan  Daerah (Ranperda) APBD  Perubahan  2019 dijadwalkan  Sabtu   (24/8/20219)  pagi   dibatalkan secara lisan  oleh Bupati  Sikka, Fransiskus  Roberto Diogo.

Pembatalan    itu mendatangkan beragama reaksi  di kalangan  DPRD  Sikka. Ketua  DPRD   Sikka, Gorgonius Nago   Bapa,  Wakil  Ketua DPRD,  Merison  Botu,  Ketua Fraksi  PKPI, Dus Aeng,  Ketua Fraksi PAN,  Philips Fransiskus, Ketua Fraksi  Gerindra, Fabi  Toa,     dan Ketua  Fraksi  Golkar  Angelorum Mayastati, dan anggota fraksi  Golkar,  Henky  Rebu,  menggelar jumpa pers  menjelaskan pembatalan sidang  itu.

Polisi Limpah Tahap Dua Berkas Perkara Komplotan Pencuri Hp

Yuk Buruan ke McD Merchandise Menarik Menanti Anda untuk 100 Pembeli Pertama

“Tadi  pagi sekitar  pukul  09.25  Wita, saya  tiba di  kantor. Saya  lihat  kok sepi  sekali. Saya panggil Sekwan tanyakan.  Pak   sekwan  menyatakan, tadi malam   (Jumat malam),  dia terima  telpohn  dari Asisten III  Setda menyampaikan  paripurna ini  batal  tanpa  batas  waktu,” kata   Us  Bapa, sapaan  Gorgonius  Nago  Bapa.

Polisi Akan Segera Laksanakan Operasi Patuh 2019

Ini yang Disampaikan Sarlin Jones, Gadis Cantik Mewakili NTT di Ajang Miss Grand Indonesia 2019

Pembatalan  sepihak ini tanpa  batas  waktu ini, demikian  Us  Bapa, disampaikan ke  grup   WhatsApp  anggota DPRD Sikka.

Ketua  DPD  II Golkar  Kabupaten  Sikka mengaku  tidak  tahu  alasan pembatalan paripurna sepihak. Pembatalan lisan ini,   demikian  Us  Bapa, baru  pernah  dialaminya.  Selama ini  setiap  penundaan sidang selalu  disampaikan resmi  dengan surat.

Ini Rekor Pertemuan 2 Tim Laskar Saburai Badak Lampung vs Persib Bandung Ini yang Lebih Unggul

“Silahkan kawan-kawan  (wartawan)  tanyakan langsung ke   bupati.  Etika protokoler  tidak bisa dilakukan  secara lisan seperti  ini (batalkan paripurna  secara lisan),” tegas Us  Bapa. (laporan wartawan  pos-kupang.com,eginius mo’a).

 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved