Hari Ini Warga Desa Banitobo Bawa Busur Panah Jaga Laut dari Bom Ikan

Hari ini warga Desa Banitobo membawa busur panah jaga laut dari Bom Ikan

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Foto Dokumentasi Warga Desa Banitobo Ignas Koda
Salah satu kapal motor yang diduga hendak melakukan aktivitas bom ikan di wilayah perairan selatan Lembata. Foto ini diabadikan oleh warga Desa Banitobo, Ignas Koda pada Senin (19/8/2019). 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Hari ini warga Desa Banitobo membawa busur panah jaga laut dari Bom Ikan. Aktivitas bom ikan oleh oknum tak dikenal di perairan selatan Kabupaten Lembata ternyata sungguh meresahkan Warga Desa Banitobo, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata.

Warga semakin muak karena bom ikan terjadi setiap hari di perairan mereka. Walhasil pemerintah dan warga desa pun sepakat untuk membawa busur, panah, senapan angin dan peralatan seadanya untuk mengusir pelaku bom ikan, Kamis (22/8/2019).

Presiden Jokowi Pastikan Situasi Papua Kondusif

Warga Desa Banitobo, Ignas Koda menuturkan dua hari yang lalu, Senin (19/8/2019), dia pergi memancing di laut dan melihat empat kapal motor ikan yang hendak beraksi.

Melihat Ignas dan warga setempat sedang melaut, para nelayan yang diduga hendak mengebom ikan ini pun urung melakukannya.

"Saya sempat ambil foto dan video juga. Karena posisi kami ada, mereka tidak lakukan bom," kata Ignas saat dihubungi Pos-Kupang.Com, Rabu (21/8/2019) malam.

Lihat! Ini yang Dilakukan Peserta Saat Mengikuti Karnaval dan Pawai Pembangunan di Manggarai

Menurutnya, satu kapal motor bisa diisi empat sampai lima orang nelayan pengebom.

"Saya sempat mau ambil nama kapalnya tapi kosong dan jaraknya juga jauh jadi susah."

Dia menambahkan sampai saat ini pemerintah setempat dan warga desa masih belum mengetahui identitas para pelaku.

Menurut pengakuan Ignas, aktivitas bom oleh oknum tak bertanggungjawab ini kembali terjadi kemarin dan hari ini mulai dari pagi sampai sore hari.

"Makanya ada perangkat desa yang minta foto dan video dari saya untuk dibuat dokumentasi lapor ke kabupaten tapi saya belum sempat kasi."

Dia pun sudah mendapat informasi dari perangkat pemerintah desa kalau Kamis besok bersama warga turun ke pantai dan menjaga langsung laut dari bom ikan.

"Kita turun dengan alat seadanya, dengan busur anak panah dan senapan angin untuk bisa menjaga."

Menurut Ignas warga setempat akan diarahkan besok pagi ke pantai dan sambil bersembunyi memantau aktivitas para nelayan yang akan mengebom ikan.

Saat dihubungi Pos-Kupang.Com, Ignas mengatakan pemerintah desa sementara mendatangi rumah rumah warga dan menyampaikan rencana jaga laut ini.

"Kalau mereka muncul baru kita buat tindakan seperti yang kita rencanakan," tegas Ignas yang sejak dulu prihatin dengan aktivitas tangkap ikan ilegal ini.

Dia memastikan kalau besok ada aparat keamanan maka akan lebih baik lagi. Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan semua pihak soal maraknya bom ikan di wilayah perairan selatan Kabupaten Lembata ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved