Kristianus Sebut PMI Nagekeo Harus Harus Hadirkan Unit Transfusi Darah
PMI Kabupaten Nagekeo sudah melaksanakan musyawarah memilih dan menetapkan ketua baru periode 2019-2024 yaitu Kristianus Pantaleon
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan
POS-KUPANG.COM | MBAY -- PMI Kabupaten Nagekeo sudah melaksanakan musyawarah memilih dan menetapkan ketua baru periode 2019-2024 yaitu Kristianus Pantaleon Jogo.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo terpilih, Kristianus Pantaleon Jogo, menyatakan bahwa dirinya siap menjalankan tugas mulia tersebut.
"Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan PMI kepada saya. Saya akan menjalankan tugas dan kepercayaan yang diberikan dengan baik dan penuh tanggung jawab," ungkap pria yang akrab disapa Rispan ini, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (20/8/2019).
Rispan menjelaskan PMI merupakan organisasi non profit oriented, yang mengedepankan pengabdian, saling menolong dan mencintai antara sesama manusia.
"PMI tidak hanya berurusan dengan donor darah, tetapi juga menyangkut kebencanaan dan kegiatan-kegiatan kemanusiaan lainnya,"ujarnya.
• Persib Bandung Bermain Tanpa 3 Pemain Bomber di Laga Selanjutnya, Ini Nama Tiga Pemain dan Pemicunya
• Alfonsius Kelvan, Kiper Incaran Persib Bandung Punya Masalah dengan Bobotoh, Ini Persoalannya
Ia mengatakan salah satu tugas penting dirinya sebagai Ketua PMI Kabupaten Nagekeo adalah untuk menghadirkan Unit Transfusi Darah (UTD) di Kabupaten Nagekeo.
"Hal yang perlu dipersiapakan untuk menghadirkan UTD adalah izin operasional dan izin pendirian. Jika Kabupaten Nagekeo telah memiliki UTD, kita dapat melaksanakan pelayanan transfusi darah secara legal dan baik," paparnya.
Ia menjelaskan hal lain yang menjadi tugas prioritas PMI Kabupaten Nagekeo antara lain melakukan koordinasi dengan dinas-dinas teknis yang menjadi mitra kerja PMI, selain RSD Aeramo, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial.
"PMI Kabupaten Nagekeo juga sangat membutuhkan untuk segera membentuk Markas PMI dan melakukan pelayanan darah secata rutin, sehingga stok darah tetap ada, jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh masyarakat," ungkapnya.
Ia mengatakan hal lain yang akan dilakukannya adalah meningkatan kapasitas para pengurus dan staf PMI Kabupaten Nagekeo.
• Presiden Jokowi Direncanakan Menyerahkan 2.309 Sertifikat kepada Warga NTT, Ini Datanya
"Untuk memenuhi semua hal tersebut dan demi peningkatan pelayanan PMI di Kabupaten Nagekeo, kami harapkan perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Sebab untuk mewujudkan kebutuhan-kebutuhan mendasar PMI, tentu dibutuhkan ketersediaan anggaran," ujarnya.
Sebelumnya, Palang Merah Indonesia (PMI) Tingkat Kabupaten Nagekeo, Sabtu, 10 Agustus 2019 menggelar musyawarah untuk memilih dan menetapkan Ketua PMI Kabupaten Nagekeo Periode Tahun 2019-2024.
Musyawarah yang digelar di Aula Hotel Sinar Kasih Mbay tersebut dihadiri oleh Ketua PMI Propinsi NTT Guido Fulbertus, Direktris Rumah Sakit Daerah Aeramo, drg. Emerentiana Reni Wahyuningsih, pengurus PMI Kabupaten Nagekeo dan undangan lainnya.
Dalam musyawarah tersebut, terpilih Ketua PMI Kabupaten Nagekeo atas nama Kristianus Pantaleon Jogo, yang pada periode tahun 2014-2019 menjabat sebagai Wakil Ketua PMI Kabupaten Nagekeo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketua-pmi-cabang-nagekeo-kristianus-pantaleon-jogo.jpg)