Johanis Mase Pertanyakan Lahan Garam yang Dipanen Presiden Jokowi

Politisi PDIP Johanis Mase pertanyakan Lahan Garam yang dipanen Presiden Jokowi

Johanis Mase Pertanyakan Lahan Garam yang Dipanen Presiden Jokowi
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase ketika memberikan keterangan di Babau, Selasa (20/8/2019) 

Politisi PDIP Johanis Mase pertanyakan Lahan Garam yang dipanen Presiden Jokowi

POS-KUPANG.COM | BABAU - Politisi PDIP yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase mempertanyakan soal lokasi lahan garam di Nunkurus, Kecamatan Kupang yang akan
dipanen Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Informasi yang diperoleh istana bahwa lahan yang akan dipanen adalah garam milik rakyat tetapi kondisi di lapangan lahan yang akan dipanen adalah milik investor. Untuk itu rakyat perlu diberikan ruang untuk berdialog langsung dengan Jokowi sehingga menjadi terang benderang.

Pengelolaan Dana Desa di Lembata Terkendala SDM

Anis Mase menyampaikan hal ini pada jumpa pers dengan wartawan di Babau, Selasa (20/8/2019).

Hadir saat ini para perwakilan 7 suku pemilik lahan garam di Nunkurus juga tim Bara JP NTT.

Anis Mase mengatakan, terkait dengan HGU, sesuai aturan bahwa jika sudah dicabut maka dikembalikan kepada pemilik yang sah. Kenyataan di lapangan menunjukan ada indikasi terjadi pencaplokan sehingga terjadi polemik di tengah warga Nunkurus.

"Kalau HGU sudah dicabut makadikembalikan ke rakyat. Nanti dideteksi. Saya dengar bupati mau fasilitasi mempertemukan warga untuk bahas setelah Jokowi pulang. Ini langkah baik tapi harus ditepati karena jangan sampai lahan yang bukan milik sertifikat dikasih orang lain," tegasnya.

Direktris RSD Aeramo Nagekeo Ajak Masyarakat Jangan Takut Donor Darah, Ini Manfaatnya

Menurut Anis Mase, kehadiran Presiden Jokowi, Rabu (21/8/2019) untuk panen garam. Pertanyaannya, informasi di istana panen garam rakyat tapi rakyat yang mana. Jangan mengatasnamakan rakyat lalu menipu Jokowi.

"Kalau ada yang niat tipu jokowi kami akan lawan. Jangan atas nama rakyat untuk perkaya diri. Berikan kesempatan pada rakyat untuk dialog langsung dengan Jokowi supaya terang semuanya," kata Anis.

Tentang lahan yang sudah di Tora dan telah terbit sertifikat, Anis mengusulkan, secara simbolis diserahkan Presiden Jokowi. Tetapi saat pembagian perlu diverifikasi kepemilikan yang sah.

"Pak bupati janji serahkan 337 hektar kepada pemilik sah. Kita tunggu itu saya sampaikan harus dilakukan tanggal 22 Agustus untuk pastikan dan dukung langkah bupati ini," katanya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved