Minggu, 26 April 2026

Renungan Harian Kristen Protestan Sabtu 17 Agustus 2019, 'Mengingat Kasih Tuhan'

Renungan Harian Kristen Protestan Sabtu 17 Agustus 2019, 'Mengingat Kasih Tuhan'

Editor: Eflin Rote
dokumentasi pribadi
Pdt Dina Dethan Penpada MTh 

Daud bernyanyi lagi! Kali ini lebih girang dari sebelumnya. la telah menemukan rahasia besar kesegaran di padang gurun.

Saudara,  Apa yang membuatDauddemikian bersukacita di tengah-tengah kesesakan? Apakah ia berhasil melupakan masalahnya? Tidak! Apakah dia pasrah saja dan menolak memikirkannya lagi? Tidak! Apakah dia tiba-tiba mendapat jalan keluar yang ajaib musuh-musuhnya hilang? Juga Tidak.

 Jawabannya adalah: Karena Daud menemukan kebaikan Tuhan”melalui kenangan-kenangan ketika berjalan bersama dengan Tuhan. Memorinya memanggil kembali ingatan-ingatan tentang kebesaran TUHAN pada masa lalu.

Daud mengingat kembali satu per satu kebaikan Tuhan di sepanjang hidupnya. Dan ia menemukan bahwa betapa Tuhan sedemikian baik, sehingga tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Tuhan telah melupakannya.

Saudaraku… ketika kita sedang berada di tengah kesesakan hidup, ingatlah akan kebaikan Allah di sepanjang hidup kita.

Bagaimana kasih Tuhan memelihara, menguatkan dan mencukupkan hidup kita.

Ada sepasang suam iistri yang memutuskan untuk bercerai setelah dua puluh tahun menikah.

Ketika mengurus pembagian harta "gono-gini" dan perjanjian finansial, sang suami membongkar sebuah kotak tua yang berisikan bukti-bukti pembayaran.

Tiba-tiba ia menggenggam secarik nota berwarna kekuningan karena dimakan waktu. Nota itu mencatat bukti pembayaran hotel di mana ia dan istrinya berbulan madu setelah menikah.

Kemudian secarik kertas lain, kali ini sebuah bukti angsuran mobil pertama mereka. la juga mendapati sebuah buktipembayaran rumah sakit untuk biaya kelahiran putri pertama mereka. Memandangi kertas-kertas usang tersebut, sang suami terdiam seribu bahasa. Tanpa sadar air mata meleleh di pipinya.

Perasaan tegang sekaligus senang yang dahulu ia rasakan tatkala membayar biayaangsuran rumah mereka, kembali memenuhi dadanya. Ingatan itu tiba-tiba menjadi begitu jelas, seperti baru terjadi kemarin.

Memori itu terus meluncur romantisnya berbulan madu bersama menantikan kelahiran putri pertama, dan bangganya dapat mengangsur mobil bekas serta membayar uang muka rumah yang mereka diami sampai hari ini.

la tidak dapat melanjutkan urusannya, ia meletakkan kotak tersebut dan tanpa menunda, ia menelpon istrinya. la berkata, "Kita telah melalui banyak hal bersama. Banyak hal indah telah kita lakukan bersama, dan ingatan itu masih begitu jelas.

Sudah terlalu banyak cinta yang kau ukir dalam hidupku. Kesetiaanmu selama dua puluh tahun tidak dapat dibayar dengan apapun. Aku aku ingin kita memulai hubungan kita dari awal lagi.

Saudara, memori akan kasih pada masa lalu membawa sukacita yang baru.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved