Investasi Rp 10 Miliar Sektor Riil Dilakukan Kopdit Pintu Air

Pengurus KSP Kopdit Primer Nasional Pintu Air Rotat, Kabupaten Sikka di Pulau Flores, menyediakan Investasi Rp 10 miliar

Investasi Rp 10 Miliar Sektor Riil Dilakukan Kopdit Pintu Air
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Beli Minyak Kelapa Petani di Sikka, Cara Kopdit Pintu Air Peringati HUT Kemerdekaan RI 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Pengurus KSP Kopdit Primer Nasional Pintu Air Rotat, Kabupaten Sikka di Pulau Flores, menyediakan Investasi Rp 10 miliar untuk mengembangkan usaha di sektor riil.

Dana yang akan dihimpun dari anggota digunakan membangun fasilitas pengolahan minyak goreng, garam yodium, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), air minum kemasan, kehutanan dan holtikultura.

"Kami segera mengutus pengurus dan manajemen ke Jawa menjajaki pembelian mesin pengolahan minyak kelapa," kata Ketua Pengurus KSP Kopdit Primer Nasional Pintu Air Rotat, Jakobus Jano, kepada wartawan, Sabtu (17/8./2019) dalam rehat perayaan HUT k-74 Kemerdekaan RI di halaman Kopdit, Desa Ladogahar, 12 Km arah barat Kota Maumere.

Lihat 7 Penumpang Meninggal Saat Kapal Terbakar di Perairan Pulau Bokori, Mungkin Anda Kenal

Hari Sabtu siang, pengurus dan manajemen menandai usaha sektor riil dengan membeli minyak kelapa mentah atau crude cocounat oil (CCO) petani di Desa Nitakloang dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Manajer proyek CCO, Berno Letepung, mengatakan CCO dibeli dari kelompok petani binaan Pintu Air tersebar dari Flores Timur, Sikka, Ende dan Nagekeo. Dalam tahap permulaan direncankan kapasitas produksi lima ton menghasilkan minyak goreng merek Pintu Air.

Predator Anak di Maumere Dihadiahi Timah Panas Satuan Buru Sergap Polres Sikka

Minyak goreng lokal, kata Berno Letepung, diproses dengan standar produksi yang layak menjadi produksi anak tanah memenuhi kebutuhan minyak goreng di Pulau Flores dan Propinsi NTT.

"Kualitas dan kesehatan minyak goreng kelapa lebih sehat dari jenis minyak sawit yang selama dikonsumsi. Proses dipetani dilakukan sederhana tanpa campuran macam-macam. Kelapa dibelah, dicungkil, cuci, ramas, vermentasi, dimasak jadi minyak dan disaring," kata Berno Letepung. (laporan reporter pos-kupang.com, eginius mo'a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved