Minggu, 19 April 2026

Poktan Marangga Luri Watumbaka Sumba Timur Panen Sayur Ditengah Kekeringan

Para petani dari kelompok tani (Poktan) Organik Marangga Luri, di Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT, panen sayur di t

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG. COM/ISTIMEWA
Para petani di Poktan Organik Marangga Luri sedang panen sayur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Para petani dari kelompok tani (Poktan) Organik Marangga Luri, di Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT, panen sayur di tengah kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Sumba Timur.

Dengan memanfaatkan air di Sungai Watumbaka, Koptan Marangga Luri kemudian menggunakan pompa barsha buatan AQsta Belanda untuk memompa air dan menyirami lahan budidaya sayuran organik mereka. Kini meskipun dengan ditengah kekeringan yang melanda Koptan tersebut berhasil panen sayur.

Pompa barsha yang rama lingkungan dan tidak menggunakan BBM fosil hanya dapat digerakan oleh arus air kemudian mempompa air itu, mereka sewa dari Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu Foundation. Bentuk sewanya 20 persen dari hasil mereka diberikan kepada pihak Yayasan Komunitas itu.

Aneka Trik Masyarakat TTS Demi Foto Bersama Ahok, Ancam Akan Diceraikan Hingga Sengaja Bertanya

Ini 10 Pengakuan Mengejutkan Ahok saat Berada di TTS, Sudah 30 Tahun Doakan NTT

Ketua Koptan Organik Marangga Luri, Nggaba Kamangi kepada POS-KUPANG. COM, Kamis (15/8/2019) menyampaikan rasa syukur sebab kelompok mereka bisa panen sayur ditengah kekeringan yang melanda.

Kata dia, keberhasilan mereka tersebut berkat dukungan dari pihak Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu yang telah menyewakan pompa barsha itu, serta mendampingi mereka baik cara penggunaan pompa barsha, pembuatan pupuk organik cair da pendampingan pada proses pembudidayaan hingga akhirnya mereka bisa berhasil panen.

3 Pemain Persib Bandung Langsung Terdepak Usai vs Borneo FC Berakhir Seri, Ini Pemainnya?

BREAKING NEWS -Ancam Unggah Foto Telanjang, Seorang Wanita di TTU Lapor Akun Phutryy ke Polisi

Nggaba juga mengaku, sebelum berahli menanam sayuran, mereka bekerja sebagai penambang batu dan pasir di sungai Watumbaka. Hasil tambangan mereka tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga mereka, akhirnya mereka kemudian membudidayakan sayuran itu.

Direktur Yayasan Komunitas Radio Max FM Waingapu Heinrich Dengi juga kepada POS-KUPANG. COM mengatakan Koptan Organik Marangga Luri, Rabu (14/8/2019) kemarin melakukan panen sayur jenis pitsai.

Panen tersebut, saat kunjungan perwakilan anggota kelompok tani lain dari Desa Mondulambi Kecamatan Lewa Tidahu, dan Kelompok Tani Palindi Organik Laipandak Waijellu Sumba Timur.

Hadir juga Staf Dinas Pertanian Kabupaten Ngada Hermenelgid Ruba, Project Coordinator Easi-Pay Adi Lagur, Reza Pramana dari Aqsta Netherland, dan Juan Carlo dari Tu-Delft Netherland.

Heinrich juga mengatakan, selain Pitsai,  sayur lain yang sudah dipanen oleh Koptan tersebut yaitu sayur pakcoy green, sayur putih dan lombok.  Semuanya tanaman di kebun itu menggunakan pupuk organik yang diolah sendiri oleh kelompok tani. (*)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved