Robert Sianipar: Masyarakat NTT Mulai Melek Teknologi Manfaatkan IKD, Ini Buktinya

Kata Robert Sianipar: masyarakat NTT mulai melek teknologi manfaatkan IKD, ini buktinya

Robert Sianipar: Masyarakat NTT Mulai Melek Teknologi Manfaatkan IKD, Ini Buktinya
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala Kantor OJK NTT, Robert Sianipar 

Kata Robert Sianipar: masyarakat NTT mulai melek teknologi manfaatkan IKD, ini buktinya

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- Otoritas Jasa Keuangan menunjuk Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) sebagai Asosiasi Penyelenggara Inovasi Keuangan Digital ( IKD) sesuai amanat POJK No.13/POJK.02/2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan.

Penunjukan tersebut bertujuan untuk membangun sistem pengawasan Penyelenggara IKD secara efektif.

Tingkatkan Kemampuan Mahasiswa, Unkriswina MoU dengan Pengadilan Negeri Waingapu

"IKD itu ekosistem, sebenarnya di dalamnya. Adaa juga peer to peer fintech untuk lending, baik pemimjam dan yang memberikan dana di NTT sudah cukup banyak. Sekarang sudah ada datanya di NTT masyarakat pengguna jasa IKD," kata Kepala Kantor OJK NTT, Robert Sianipar.

Diakuinya, memang posisi penyedia jasa sebagian besar ada di Pulau Jawa, tapi karena digital maka area pemasaran tidak terbatas hanya di Pulau Jawa saja melainkan di seluruh Indonesia.

Di NTT, lanjutnya, angkanya sudah menunjukkan bahwa sudah ada masyarakat NTT yang berperan sebagai meminjamkan uang dan peminjam. Ini terbukti bahwa masyarakat NTT melek teknologi.

Warga Kelurahan Onelako Buat Tungku Hemat Kayu

Ia menyampaikan IKD, salah satunya fintech peer to peer lending ini menyasar orang-orang yang belum mempunyai akses ke lembaga keuangan formal. Sehingga mereka masuk fintech dengan mendapatkan akses yang mudah, murah, dan cepat tapi jumlahnya terbatas.

Terkait pengawasan, katanya, tersentralisasi di Jakarta. Namun ia mengimbau kepada seluruh masyarakat NTT untuk menggunakan fintech lending yang legal dan resmi. Karena ada asosiasi dan kode etik sehingga masyarakat tidak ditagih dengan cara cara yang tidak santun, seperti teror yang dilakukan oleh tidak berizin.

"Jadi bilaingin menggunakan fintech peer to peer lending gunakanlah yang legal, terdaftar dan diawasi oleh OJK," ujarnya. (Laporan Repoter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved