Pasca Kebakran Gedung, Polda NTT Usulkan Pembanunan Gedung Polda ke Mabes Polri

kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan gedung Logistik, Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengusulkan pembangunan gedun

Pasca Kebakran Gedung, Polda NTT Usulkan Pembanunan Gedung Polda ke Mabes Polri
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kapoda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman Area lampiran 

Lapran Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Pasca kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan gedung Logistik, Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengusulkan pembangunan gedung Polda NTT ke Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman kepada wartawan usai sholat Id Idul Adha di Lapangan Mapolda NTT Jalan Soeharto Naikoten Kupang pada Minggu (11/8/2019) pagi.

Kapolda yang saat itu bersama Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembangunan gedung Polda NTT termasuk bangunan untuk gedung Biro Logistik yang dilalap api pada awal pekan lalu.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang NTT Sediakan Unit Layanan Bagi Peserta

“Ya semoga. Ini kita sedang mengusulkan ke Mabes Polri untuk bangunan gedung Logistik yang baru. Kita juga mengusulkan dengan bangunan Polda yang baru,” ujar Kapolda yang diamini oleh Ketua DPRD NTT.
Orang nomor satu di Polda NTT ini mengatakan bahwa harapannya pembangunan gedung Polda sesuai dengan tipe Polda yang saat ini sudah merupakan Polda Tipe A.

Akibat Cuaca Buruk, Kapal Feri Batal Berangkat, Begini Kondisi Penumpang

“Kelihatan Karolog (Kepala Biro Logistik) sudah mengorbankan gedungnya ini. Kita sudah tipe A, kita berharap bangunan Polda dapat sesuai dengan tipe, ya dapat dibangunkan yang baru,” ujarnya.

Mantan Kadivkum Mabes Polri ini menjelaskan, sesuai hasil dari laboratorium forensik (labfor) yang melakukan investigasi dan olah TKP diketahui bahwa memang telah terjadi korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran gedung tersebut.

“Sudah dapat suatu kesimpulan sementara ada aliran pendek listrik,” katanya.

Ia mengakui bahwa bangunan tersebut memang sudah berumur dan sejatinya pihaknya telah mengusulan untuk dilakukan pergantian (pembangunan) bangunan. Namun demikian ia membantah bahwa hal tersebut disengaja.

“Tapi bukan berarti ini disengaja, tetapi untuk penggantian memang kita melihat bahwa instalasi listriknya sudah lama dengan beban yang tidak sesuai maka terjadi arus pendek,” jelasnya.

Untuk kerugian, dari perhitungan sementara oleh tim internal Polda dan Karo Logistik menaksir nominal sekitar Rp 8 miliar.
Ia juga bersyukur terkarena dalam kebakaran tersebut sertifikat penting yang berkaitan dengan asset Polda NTT dapat diselamatkan karena disimpat di brankas yang tidak tersentuh api. Selain itu, kebakaran tersebut juga tidak merambat ke gudang peluru dan gudang senjata yang berada di belakang gedung tersebut. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved