Kebakaran Rumah, Jenazah Meri Pah di Autopsi, 15 Organ Tubuh Dijadikan Sampel

Soal Kebakaran Rumah, jenazah Meri Pah di Autopsi, 15 organ tubuh dijadikan sampel

Kebakaran Rumah, Jenazah Meri Pah di Autopsi, 15 Organ Tubuh Dijadikan Sampel
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Peti mayat korban Meri Pah dikeluarkan dari kuburnya untuk dilakukan autopsi di TPU Inggureo, Desa Tualene, Kamis (8/8/2019). 

Soal Kebakaran Rumah, jenazah Meri Pah di Autopsi, 15 organ tubuh dijadikan sampel

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Masih ingat peristiwa kebakaran satu rumah di Desa Oerinbesi, Kecamatan Biboki Tan Pah, Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) yang menyebabkan pemilik rumahnya bernama Meri Pah, meninggal terpanggang api.

Ternyata kasus tersebut, tidak hanya sampai pada proses akhir penguburan jenazah Meri Pah. Kasus tersebut berlanjut dengan proses autopsi terhadap jenazah Meri Pah, Kamis (8/9/2019) pagi. Pasalnya pihak keluarga meneuga bahwa kematian korban tidak wajar.

Persit Kartika Chandra Kirana Cabang TTU Bagikan Sembako dan Nasi Bungkus

Menurut pihak keluarga kematian korban bukan murni sebagai akibat dari peristiwa kebakaran tersebut namun kematian korban diduga, adanya tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum tak dikenal.

Sebab, saat korban pertama kali ditemukan, korban berada di bagian luar dari rumah dengan organ tubuh yang sudah tidak lengkap.

Proses autopsi dilakukan oleh tim dokter forensik dari Mabes Polri yang dipimpin oleh AKBP dr Ratna Relawati, Kompol Ris Prasetyo, dan dibantu oleh Petugas RS Bhayangkara Kupang Aiptu Pius Pala dan personil petugas kesehatan dari Polres TTU.

BREAKING NEWS : Perampok Bertopeng Gasak Ternak dan Aniaya Warga Kambata Wundut, Sumba Timur

Proses autopsi tersebut dilaksanakan di TPU Inggureo, Desa Tualene, Kecamatan Biboki Utara, Kamis (8/8/2019) pagi. Proses autopsi dilakukan untuk mengetahui dugaan penyebab kematian korban.

Pada saat Tim Forensik tiba di lokasi autopsi, keluarga korban serta masyarakat setempat sudah berada di lokasi untuk menyaksikan proses autopsi. Beberapa saat kemudian makam korban pun digali dan jenazah dikeluarkan untuk dilakukan autopsi. Proses autopsi berlangsung sekitar dua jam di bawah pengamanan personel Polres TTU.

Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Ricky Dally mengungkapkan bahwa proses autopsi oleh tim forensik dari Mabes Polri itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian korban sesuai dengan permintaan dari keluarga korban.

Ricky mengatakan, sebanyak 15 sampel organ-organ penting korban diambil untuk mengetahui sebab musebab korban meninggal dunia. Setelah dilakukan autopsi, jasad korban dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan kembali.

"Jadi proses autopsi yang dilakukan ini karena memang atas permintaan dari keluarga korban. Keluarga tidak menerima kematian korban murni peritiwa kebakaran namun ada tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan," ungkapnya.

Ricky menambahkan, sampel organ-organ penting dari korban yang telah diambil itu akan dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Metro Jaya, guna mengetahui kadar racun atau zat-zat berbahaya yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia.

Ricky mengungkapakan, setelah dibawa ke laboratorium tersebut, sampel-sampel itu akan diuji guna mengetahui penyebab kematian korban dengan memakan waktu sekitar dua Minggu.

Ricky menjelaskan, hasil laboratorium forensik tersebut harus dialihbahasakan terlebih dahulu oleh dokter forensik atau dokter ahli yang berkompeten karena hasil labfor yang keluar dalam bahasa medis.

"Untuk hasil biasanya kita koordinasi. Paling lama sekitar satu bulan. Setelah hasil keluar akan kita sampaikan kepada keluarga dan publik agar kita tahu secara medis dan hukum apakah ada unsur pidana ataukah kesengajaan atau ada penyakit yang diderita oleh korban namun tidak diketahui oleh keluarga, atau juga hal-hal lain," jelasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved