Dosen Unflor Ende Pamerkan Barang Bekas Limbah Pada Kelimutu Expo

Dosen Unflor Ende pamerkan Barang Bekas limbah saat kegiatan Kelimutu Expo

Dosen Unflor Ende Pamerkan Barang Bekas Limbah Pada Kelimutu Expo
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Dosen Unflor Ende Berfoto Bersama Dengan Anak-Anak Kelompok Acil, Jumat malam (9/8/2019). 

Dosen Unflor Ende pamerkan Barang Bekas limbah saat kegiatan Kelimutu Expo

POS-KUPANG.COM | ENDE - Dosen Unflor Ende memamerkan berbagai produk dari bahan bekas pakai atau limbah pada pelaksanaaan Pagelaran dan Kelimutu Expo, Jumat malam (9/8/2019) di Lapangan Pancasila Ende.

Adapun jenis barang yang dipamerkan seperti tas dan juga pot bunga serta pupuk organik dan box file juga topeng.

Ini yang Dilakukan Manajemen SMPK Sint Vianney Soe pada Puncak Perayaan HUT ke-58

Berbagai barang itu adalah merupakan hasil dari kegiatan (Program Kemitraan Masyarakat) dosen Unflor yang bekerjasama dengan Kelompok Anak Cinta Lingkungan (Acil) Kabupaten Ende.

Ketua tim, Lely Suryani, B.A.,M.A mengatakan pada kegiatan PKM aspek yang diutamakan adalah bagaimana mengelola limbah organik dan anorganik berbasis 3 R untuk mengeskalasi nilai ekonomis barang sebagai bekal wirausaha mandiri. Kegiatan itu berlangsung selama 6 bulan dari Maret hingga Agustus 2019.

Lely mengatakan program kemitraan ini merupakan salah satu skema hibah yang diterima kelompok Dosen Universitas Flores yang lolos seleksi untuk tahun anggaran 2019, dalam bentuk pengabdian masyarakat yang didanai Ristekdikti.

Persit Kartika Chandra Kirana Cabang TTU Bagikan Sembako dan Nasi Bungkus

Tim PKM ini diketuai oleh Lely Suryani, B.A.,M.A dengan Anggota Ariswan Usman Aje,S.Pd.,M.Pd dan Kristianus Jago Tute, S.Kom.,M.Pd.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi masalah sampah, khususnya sampah organik dan anorganik yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggal.

"Sampah yang selama ini dibiarkan tanpa dimanfaatkan sebenarnya mempunyai nilai ekonomis apabila dikelola secara baik," kata Lely.

Nilai itu yang kemudian ingin diangkat dari kegiatan itu ujar Lely Suryani sebagai pembelajaran bagi generasi muda dalam hal ini ACIL, sebagai bekal wirausaha Mandiri di kemudian hari.

Pemanfaatan sampah tersebut melalui gerakan 3R, Reuse, Reduce dan Recycle. hasil tersebut seperti Echobrik, tas dari kemasan sunlight, topeng dari koran bekas, tempat pot bunga gantung dari ale-ale bekas, tas dari ale-ale, tas dari kemasan minuman fary, pupuk organik, kompor lapangan dari kaleng bekas, box file dari kardus bekas.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk pelatihan dan pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Ristekdikti dan Universitas Flores, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Flores dan Komunitas Anak Cinta Lingkungan Kabupaten Ende yang telah bermitra dalam pelaksanaan PKM.

Pihaknya berharap agar kegiatan yang ada dapat bermanfaat bagi masyarakat umum dan Komunitas Acil khususnya dalam mengelola sampah organik dan anorganik menjadi barang yang bernilai ekonomis sebagai bekal wirausaha mandiri. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved