Dapatkan Payung Hias Daun Pandan di Galeri Mariosca Lembata

Jika tak ada daun pandan, kulit pisang dan daun gewang juga bisa digunakan. Rangka payung dari bambu dan kayu.

Dapatkan Payung Hias Daun Pandan di Galeri Mariosca Lembata
POS KUPANG/RIKARDUS WAWO
Perajin lokal, Kor Sakeng (baju orange) sedang mengerjakan payung hias di rumahnya, Rabu (7/8/2019) 

Dapatkan Payung Hias Daun Pandan di Galeri Mariosca Lembata

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Menjelang Festival 3 Gunung Lembata pada akhir Agustus mendatang, Kor Sakeng kembali disibukkan dengan pembuatan payung hias dari daun pandan.

Payung hias ini akan digunakan dalam lomba melukis dan mewarnai di arena Pelabuhan Lewoleba, Rabu (7/8/2019). Lomba yang diikuti para pelajar ini merupakan rangkaian dari Festival 3 Gunung. Payung tersebut akan dijadikan wadah atau 'kanvas' mereka mewarnai dan menggambar.

Kor Sakeng adalah seorang seniman kerajinan lokal. Di beranda rumahnya, ada galeri yang memamerkan hasil kerajinan tangannya. Nama galeri itu adalah Mariosca, akronim dari nama dua orang anaknya, Mario dan Muskati.

Saat dijumpai di kediamannya di Kelurahan Selandoro, Kota Lewoleba, Rabu (7/8/2019), Kor dibantu istri dan keponakannya sedang sibuk menyelesaikan pesanan payung hias.

Untuk keperluan lomba dimaksud, kata Kor, mereka menyiapkan 50 payung hias dan 50 doko. Doko adalah sejenis payung tradisional dari daun pandan berukuran besar yang acapkali digunakan warga setempat melindungi diri dari hujan saat bekerja di kebun.

Kor menjelaskan payung hias yang ia gunakan juga bahan dasarnya dari daun pandan air. Bahannya agak keras, maka dari itu daun tersebut direbus dulu dan dipilin dengan kayu sehingga lebih lentur.

Jika tak ada daun pandan, kulit pisang dan daun gewang juga bisa digunakan. Rangka payung dari bambu dan kayu.

Payung hias dengan konsep tropical art ini, lanjut Kor, bisa jadi pilihan asesoris penghias di rumah dan ruangan kantor.

Dia melanjutkan dalam konteks ekonomi kreatif, bahan daun pandan itu bisa dibuat menjadi tas, dompet dan rupa-rupa kerajinan lainnya.

Disinggung perihal strategi marketing, Kor yang juga aktivis buruh migran ini menuturkan segmen pasar untuk kerajinan tangan lokal semacam itu selalu ada.

Tugas pemerintah menurutnya tinggal menciptakan suatu strategi marketing yang terstruktur dan tepat sasar bagi para perajin lokal di Lembata.

Renungan Harian Katolik Jumat 9 Agustus 2019:Keselamatan Jiwa

Kaum Ibu dan Remaja Putri Desa Manusak Diberikan Ilmu Kewirausahaan

TERUNGKAP! Penyebab Acara Pinangan di Oebelo NTT Makan 7 Korban 1 Tewas 6 Luka-Luka

Dalam hal ini, pemerintah daerah seharusnya lebih pro-aktif dan membuka diri sehingga kerajinan lokal bisa membawa keuntungan secara ekonomi bagi para perajin.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved