Warga TDM Kupang Keluhkan Air PDAM Keruh

Warga Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) Kecamatan Oebobo Kota Kupang mengeluhkan air ledeng yang mereka peroleh dari saluran PDAM keruh. Selain keruh, m

Warga TDM Kupang Keluhkan Air PDAM Keruh
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG 
Kondisi air keruh yang dikeluhkan warga TDM Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Foto diambil pada Rabu (7/8/2019) siang.            2 Lampiran  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Warga Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) Kecamatan Oebobo Kota Kupang mengeluhkan air ledeng yang mereka peroleh dari saluran PDAM keruh. Selain keruh, mereka juga mengaku jika kadang mereka kesulitan karena air tidak mengalir secara teratur untuk kebutuhan mereka.

Beberapa warga TDM yang ditemui POS-KUPANG.COM di lokasi berbeda pada Rabu (7/8/2019) siang mengakui jika air tersebut jauh dari kualitas bening yang seharusnya mereka terima. 

Warga RT.10/RW.03 Kelurahan TDM, Alfridus Sanan Naimena (40) mengatakan hal ini sudah mereka alami beberapa waktu. Namun hingga kini belum ada perubahan. 

Kekurangan Air, Warga Ile Ape Beli Air Rp15 Ribu Per Drum

"Awal putih dan terlihat keruh, tapi lama kelamaan akan jernih. Jadi kami berusaha untuk tampung di bak supaya bisa mengendap keruhnya," ujar Alfridus.

Hal yang sama juga diungkapkan warga RT.15/RW.04 Kelurahan TDM,Tiburtius Nailiu. Ia mengaku butuh waktu lima hingga sepuluh menit untuk menunggu air yang mengalir dari ledeng itu agar dapat menjadi jernih (bersih). Ia mengaku jika airnya mengalir deras maka potensi keruhnya lebih besar. 

"Air ledeng ini kalau jalan pelan sonde terlalu, tapi kalau jalan deras dia bakapur, baputih. Biasanya sekitar 5 sampai 10 menit kita tunggu kalo dia jalan pelan," ujarnya. 

Ia juga mengakui kalau hal ini sudah berlangsung lama namun hingga kini belum ditangani oleh petugas. 

Demikian pula diungkapkan Rini, warga RT.11/RW.03 Kelurahan TDM. Air keruh sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Pasalnya tidak ada pilihan lain bagi mereka kecuali beralih pada tangki. Namun ia mengaku, keluarganya bisa mengakali dengan membiarkan air tersebut di dalam bak hingga menjadi jernih. 

Selain keruh, mereka mengaku persoalan lebih pelik adalah ketidakteraturan air yang mengalir untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pasalnya terkadang air tidak mengalir hingga jangka waktu seminggu. 

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved