Senangnya Wanita ini Duduk Dekat Soekarno di Sumba, Disuruh Semangat Nyanyikan Indonesia Raya

Presiden pertama RI, Ir. Soekarno memiliki kisa sendiri di Nusa Tenggara Timur. Selain menghabiskan waktu, di Kota Ende, Flores

Senangnya Wanita ini Duduk Dekat Soekarno di Sumba, Disuruh Semangat Nyanyikan Indonesia Raya
wm-site.com
Ir. Soekarno alias Bung Karno, Presiden RI Pertama 

  POS KUPANG.COM, KUPANG – Presiden pertama RI, Ir. Soekarno memiliki kisa sendiri di Nusa Tenggara Timur. Selain menghabiskan waktu, di Kota Ende, Flores, pria yang dikenal dengan Bung Karno ini juga sudah dating ke berbagai daerah di daratan Flores dan Sumba.

Di Daratan Timor, Sokerno dating pada tahun 1950 dengan menggunakan pesawat Catalina. Momen kedatangan orang nomor satu Republik Indonesia saat itu masih sangat dikenak oleh sebagian warga Kota Kupang.

Sokearno dengan mengungjungi Pulau Sumba tepatnya di Waingapu, Sumba Timur.

Dikutip dari Suara Flores.com, salah seorang saksi mata kedatangan Sokerno di Sumba disambut dengan sangat meriah oleh warga Waingapu.

Rambu Piras (76) mengungakan masih teringat dengan suasana kedatangan Soekarno di Sumba Timur.  

Sang Proklamator berorasi di lapangan Umbu Putik Marisi Waingapu .

Dikisahkannya, saat Bung Karno datang, para pejabat di Sumba mencari pemuda-

Sebagai seorang gadis belia, ia teringat betul saat ia termasuk salah satu remaja yang direkrut untuk menjadi anggota paduan suara untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya dalam acara penyambutan Bung Karno di Kota Waingapu.

Ia mengisahkan saat orang-orang desa berbondong-bondong pergi ke Kota Waingapu. Ada yang berjalan kaki berhari-hari, ada yang menunggang kuda, dan ada pula yang menumpang truk, termasuk ia dan kawan-kawannya.

ILC TV One, Singgung PLN Pengikut Rocky Gerung Hingga Ikan Koi Mati

Renungan Harian Katolik Rabu 7 Agustus 2019 Matius 15 : 21-28 Iman yang Menolong

Pasikibraka Aurel Meninggal, Ternyata Pernah Dipaksa Makan Jeruk Sampai Kulit-kulitnya, Ini Faktanya

Ketika tiba di Waingapu, ia bersama kawan-kawannya bergabung dalam kelompok paduan suara. Mereka diurus oleh pejabat-pejabat daerah. Suasana Kota Waingapu yang masih seperti kampung sepi yang berbalut pepohonan hijau terlihat sangat ramai. Terlihat di sana-sini manusia dari berbagai penjuru Pulau Sumba tumpah ruah di kota yang pernah dibombardir tentara Jepang untuk dijadikan markas pertahanan militer untuk menyerang Australia ini.

Halaman
12
Penulis: Alfred Dama
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved