DPRD Sebut BPBD Kabupaten TTS Bekerja Seperti Pemadam Kebakaran

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten TTS, Religius Usfunan menyebut jika cara kerja BPBD Kabupaten TTS layaknya pemadaman kebakaran

DPRD Sebut BPBD Kabupaten TTS Bekerja Seperti Pemadam Kebakaran
Pos Kupang.com/Dion Kota
Nampak ketua komisi IV DPRD Kabupaten TTS yang juga ketua DPC PKB Kabupaten TTS, Religius Usfunan  

 Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG. COM, SOE - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten TTS, Religius Usfunan menyebut jika cara kerja BPBD Kabupaten TTS layaknya pemadaman kebakaran. 

Padahal seharusnya menurut Usfunan, BPBD harus melakukan mitigasi bencana guna mencegah terjadinya bencana dan juga mengurangi dampak resiko bencana.

" Saya Bingung, di TTS ini BPBD bekerja seperti pemadam kebakaran. Ada bencana baru bertindak. Seharusnya, BPBD melakukan mitigasi atau pencegahan untuk mencegah terjadinya bencana atau mengurangi dampak bencana. Ini yang terjadi, ada bencana baru BPBD turun," ungkap Usfunan dengan nada kesal saat dijumpai pos kupang.com, Selasa (6/8/2019) di ruang kerja komisi IV.

Ia menyinggung ancaman kekeringan dan tanah longsor yang tiap tahun menghantui Kabupaten TTS tetapi tidak ada langkah mitigasi yang dilakukan oleh BPBD.

" Lihat saja longsor yang terjadi di jembatan Noebunu. Itu terjadi karena mitigasi dari BPBD tidak jalan. Atau bencana kekeringan yang tiap tahun melanda Kabupaten TTS. Apa mitigasi yang dilakukan BPBD. tidak ada sama sekali nanti kalau sudah kekeringan baru mereka datang kasih bantuan air. Sedangkan pencegahannya tidak ada," urai Usfunan.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten TTS, Ady Tallo mengaku, sampai saat ini ada 34 Desa di 12 Kecamatan di Kabupaten TTS yang terindikasi terancam kekeringan. Hal ini terlihat dari debit air di sumber mata yang berkurang bahkan ada yang sampai kering. 

Ady mengaku, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pendropingan air bersih.
" Kita belum melakukan pendropingan air bersih karena kita masih melakukan verifikasi data di lapangan. Selian itu, saat ini masih ada sumber air yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air," jelasnya.

Nantinya, BPBD Kabupaten TTS akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT guna membantu dalam proses pendropingan air bersih. BPBD kabupaten TTS berencana akan meminjam dua unit mobil tangki milik BPBD Propinsi NTT untuk membantu proses pendropingan air bersih.

" Seperti tahun lalu kita akan meminta bantuan mobil tangki dari BPBD Provinsi NTT untuk membantu kita dalam proses pendropingan air bersih," pungkasnya. ( *)


Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved