Sukseskan Program STBM di Manggarai, Plan Indonesia Libatkan Penyandang Disabilitas

Sukseskan Program STBM di Manggarai, Plan Indonesia Libatkan Penyandang Disabilitas

Sukseskan Program STBM di Manggarai, Plan Indonesia Libatkan Penyandang Disabilitas
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Kegiatan anual meeting Plan Internasional Indonesia di Labuan Bajo. 

Sukseskan Program STBM di Manggarai, Plan Indonesia Libatkan Penyandang Disabilitas

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM), sudah satu tahun dilaksanakan pada 73 desa di wilayah Kabupaten Manggarai. Program dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu dilakukan oleh Plan Internasional Indonesia bersama Dinas Kesehatan kabupaten dan Ibu PKK.

Tujuannya agar masyarakat membuang air besar pada tempatnya. Selain Manggarai, program itu juga dilakukan di Kabupaten Sumbawa NTB.

Luar Biasa, Putra Mantan Politisi PDIP NTT Ini Ciptakan Terobosan Cafe dan Bar Berjalan

"Program ini untuk mengubah perilaku masyarakat agar stop buang air sembarang. Sehingga kami lakukan promosi kesehatan dan monitoring dari rumah ke rumah," kata Project Manager Water for Women NTT dan NTB dari Plan Internasional Indonesia, Silvia Anastasia Landa.

Dia menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (4/8/2019).
Silvia menjelaskan, ada 73 desa pada 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai yang mendapat program itu.

Ramalan Zodiak Hari Ini, Minggu 4 Agustus: Gemini Mulai Hubungan Asmara, Libra Jangan Khawatir

Program yang fokus membangun kesadaran masyarakat untuk berhenti membuang air besar di sembarang tempat itu, sudah dilakukan selama satu tahun di Manggarai dan masih terus berlanjut.

"Dalam menjalankan program ini kami melibatkan kaum disabilitas dan kelompok perempuan serta Ibu PKK," kata Silvia.

Ditambahkannya, program tersebut dilakukan mulai Juni 2018 sampai Desember 2022.

"Untuk keterlibatan kaum disabilitas, kami baru mulai di tingkat kabupaten, yakni sudah ada 20 orang penyandang disabilitas yang berpartisipasi, masing-masing di Manggarai dan Sumbawa," kata Silvia.

Perwakilan dari mereka juga turun ke desa untuk sosialisasi. Untuk di Manggarai, sudah ada 3 orang kaum disabilitas yang telah mengikuti Training Of Trainers (TOT) sehingga bisa menjadi pembicara dalam program itu.
Berkaitan dengan pelaksanaan program tersebut, pihaknya melakukan anual review meeting project water for women di Labuan Bajo pada tanggal 29 Juli sampai 3 Agustus 2019, sekaligus evaluasi.

Program ini juga mendorong pemerintah daerah agar membangun fasilitas atau sarana umum yang mendukung sanitasi masyarakat.

Khusus untuk penyandang disabilitas, pemerintah diharapkan agar membangun sarana sanitasi publik yang bisa diakses dengan nyaman, seperti menyediakan tempat khusus buat penyandang disabilitas. (LAPORAN REPORTER POS-KUPANG.COM, SERVATINUS MAMMILIANUS).

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved