Bupati TTS Janji Dihadapan Gubernur NTT Stigama Namkak Terhapus Dalam 5 Tahun

lima tahun atau masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati TTS, Jhony Army Konay stigma Namkak akan hilang dari Kabupaten TTS.

Bupati TTS Janji Dihadapan Gubernur NTT Stigama Namkak Terhapus Dalam 5 Tahun
POS KUPANG/DION
Nampak Gubernur NTT, Viktor Laskodat sedang berselfie dengan ASN lingkup Pemda TTS dalam kunjungannya beberapa waktu lalu. 

Bupati TTS Janji Dihadapan Gubernur NTT Stigama Namkak Terhapus Dalam 5 Tahun

POS-KUPANG. COM|SOE -- Dihadapan Gubernur NTT, Viktor Laskodat dan ratusan masyarakat Desa Pusu, Kecamatan Amanuban Barat, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun berjanji akan menghapus Stigama Namkak (tagangah, bodoh, red) yang selama ini melekat dengan Kabupaten TTS.

Ia berjanji lama waktu lima tahun atau masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati TTS, Jhony Army Konay stigma Namkak akan hilang dari Kabupaten TTS.

"Saya berjanji dalam waktu lima tahun kita akan hapus stigma Namkak dari Kabupaten TTS. Kita akan maksimal potensi yang ada untuk keluar dari stigma Namkak yang selama ini melekat dengan daerah ini. Lima tahun Kabupaten TTS harus keluar dari Namkak," janji Bupati Tahun disambut tepuk tangan masyarakat Desa Pusu, Sabtu (3/8/2019) siang.

Janji Bupati Tahun untuk mengeluarkan stigma Namkak dari Kabupaten TTS mendapat dukungan dari Gubernur Viktor.

Ia mengaku, menyukai tekat dari pemimpin Kabupaten TTS untuk membongkar stigma Namkak dari bumi cendana.

Sebagai bentuk dukungan Pemda Propinsi NTT, Gubernur Viktor memberikan satu alat berat kepada Pemda TTS guna membantu membendung air di Kali Noelmina dan memberikan bantuan bibit tanaman hortikultura untuk masyarakat Kabupaten TTS.
" Saya suka sekali kalau pemimpin di daerah ini sudah punya tekat untuk bongkar Namkak dari daerah ini. Nanti kita bantu alat berat dan bibit tanaman hortikultura. Jadi di setiap halaman rumah masyarakat harus ditanaman hortikultura," ungkap Gubernur Viktor saat memberikan sambutan dalam kegiatan peresmian proyek PKM Monit Feu Sarana Air Bersih Susu B, Desa Pusu, Kecamatan Amanuban Barat.

Menjadi pemimpin di daerah seperti NTT atau Kabupaten TTS lanjut Gubernur Viktor, pemimpinnya harus keliling desa untuk melihat masalah yang ada dibawah sehingga bisa membuat kebijakan untuk mengatasi masalah tersebut.

Dalam seminggu, menurut Gubernur Viktor, kepala daerah Maksimal hanya dua hari di Kantor selebihnya harus di desa. Untuk urusan administrasi, itu merupakan urusan sekda.

" Namanya pemimpin daerah tidak kenal hari libur. Hari libur juga kita kerja, jalan ke desa-desa. Lihat kondisi masyarakat, apa masalah yang dialami agar kita bisa membuat kebijakan dan program yang menyentuh kebutuhan dan masalah masyarakat," sebutnya. (Laporan Reporter Pos Kupang. Com, Dion Kota )

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved