Mistis di Balik Gunung Batu Fatuleu Kabupaten Kupang NTT

Mistis di Balik Gunung Batu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Provinsi NTT

Mistis di Balik Gunung Batu Fatuleu Kabupaten Kupang NTT
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Gunung batu di Desa Nunseu, Kabupaten Kupang, NTT Jumat (2/8/2019). 

Mistis di Balik Gunung Batu Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gunung Batu Fatuleu, yang terletak di Desa Nunseu, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, NTT merupakan salah satu destinasi wisata yang punya cerita mastis.

Salah seorang warga setempat, Atles Manane mengungkap banyak cerita mistis tentang gunung Fatuleu. Atles merupakan orang pertama yang dipercayakan oleh warga dan tokoh adat setempat untuk menjaga lokasi wisata gunung Fatuleu.

OMK Sanjose Bajawa Kunjungi Paroki Stella Maris Danga di Mbay, Ini yang Mereka Lakukan

Atles ditemui POS-KUPANG.COM, di lapangan yang berada di ketinggian, belakang pasar Oelbiteno, tak jauh dari lokasi wisata gunung Fatuleu, Jumat (2/8/2019). Atles menceritakan di gunung dengan ketinggian kira-kira 1.000 meter itu, pernah salah seorang dari sebuah club dari Bali tersesat.

"Setelah menerima laporan dari ketua rombongan mereka, Saya dan beberapa warga pontang panting mencari si pendaki yang tersesat itu dan akhirnya kami menemukan dia," ungkap Atles.

Waspada! Empat Pulau di NTT Berpotensi Terjadi Angin Kencang. Kecepatan 30-50 Km Per Jam

Anehnya, kata Atles, si pendaki ditemukan di jalur yang biasa dilalui pendaki. Si pendaki yang tersesat itu tampak berteriak minta tolong. "Maksudnya tidak masuk akal kalau dia tersesat di situ. Toh itu biasa dilewati orang dan belum sampai ke area puncak," ungkapnya.

Atles pun bergegas menggenggam tangan si pendaki. Seketika ia sadar dan berhenti berteriak. Kepada Atles si pendaki itu bercerita, ia berteriak minta tolong karena berada di ketinggian dan tidak bisa melangkah ke mana-mana karena di sekiranya hanya ada jurang dan ketika tangannya digenggam oleh Atles, jurang itu menghilang.

Atles mengatakan, kejadian tersebut merupakan satu dari sekian banyak kejadian aneh yang pernah dialami oleh pendaki. Menurutnya, warga setempat sangat menghormati gunung Fatuleu sehingga mereka tidak sembarangan mengambil kayu, pohon, hewan atau apa saja di sekitar gunung tersebut.

"Ini turun temurun. Kami diajarkan untuk tidak buat sembarang di gunung itu dan kami warga di sini sangat taat," ungkapnya. Menurutnya jika ada pengunjung yang bukan warga setempat atau dari luar Fatuleu, harus bertemu terlebih dahulu dengan Raja Suan Jilal, Raja Desa Nunseu dan tokoh adat setempat.

Setelah bertemu Raja dan tokoh adat, selanjutnya akan dilakukan ritual adat di dekat lokasi wisata agar pengunjung bisa berkeliling dengan aman dan pulang dengan selamat.

Ritual adat yang dilakukan yaitu, memotong ayam dan memercikan darahnya pada sebuah pohon. Selanjutnya Raja dan tokoh adat setempat akan berdoa sebelum para pengunjung memasuki kawasan Gunung Fatuleu.

Ia katakan, jika langsung masuk ke area gunung, maka pengunjung akan mengalami hal-hal aneh dan juga bisa tersesat. Selain itu pengunjung dilarang mengambil apapun dari area gunung. "Bahkan daun pun jangan dipetik. Jadi itu harus ditaati," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved