Sabtu, 25 April 2026

Ternyata Agung Hercules Meninggal karena Kanker Otak, Begini Cara Diagnosa Penyakit Ini

Ternyata Agung Hercules meninggal dunia karena kanker otak, begini cara diagnosa penyakit ini

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi sel kanker 

Ternyata Agung Hercules meninggal dunia karena kanker otak, begini cara diagnosa penyakit ini

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Aktor dan komedian Agung Hercules meninggal dunia karena penyakit kanker otak glioblastoma stadium 4 yang dideritanya.

Informasi mengenai sakit kanker otak pada Agung Hercules diketahui publik sejak Juni 2019.

Kanker glioblastoma merupakan salah satu jenis tumor otak ganas yang berkembang dengan cepat dan biasanya menyerang orang dewasa.

Fakta Kecelakaan Truk di Tangerang, dari Mobil Sigra Remuk Sampai Anak Balita Selamat

Umumnya, penderita glioblastoma akan mengeluhkan beberapa gejala seperti sakit kepala yang tak kunjung hilang, penglihatan kabur, mual, kejang, serta penurunan kemampuan berpikir dan belajar.

Ketika gejala itu muncul, bagaimana seseorang dapat didiagnosa menderita glioblastoma?

Dilansir dari Hellosehat, ada dua cara medis yang bisa dilakukan untuk menetapkan diagnosis glioblastoma pada seseorang.

Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap, Andra dan Taswin Nur Ditahan KPK

Dua cara itu adalah pemeriksaan fisik dan CT Scan/MRI. Untuk pemeriksaan fisik, tenaga medis akan memeriksa segala kemampuan yang berkaitan dengan fungsi sistem saraf, yakni penglihatan, pendengaran, keseimbangan, koordinasi, kekuatan otot, dan tanggapan refleks pada seseorang.

Tindakan ini dilakukan untuk menilai respons otot dan kemampuan sensorik pasien. Jika ditemukan adanya gejala tumor otak, umumnya dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan citra otak, seperti CT Scan atau MRI.

Pemeriksaan CT Scan atau MRI dilakukan agar dokter mengetahui pasti letak tumor otak berkembang. Selain itu, pemeriksaan MRI biasa dilakukan menggunakan cairan kontras.

Cairan ini dapat membantu dokter memberikan gambaran yang jelas, terutama membedakan sel normal dengan sel kanker di otak.

Meski hasil CT Scan atau MRI menunjukkan adanya perkembangan jaringan tidak normal, perlakuan biopsi tetap harus dilakukan untuk menentukan apakah sel tersebut termasuk glioblastoma atau bukan.

Metode pengobatan glioblastoma Saat seseorang didiagnosa menderita glioblastoma, masih ada harapan untuk mengatasi penyakit ini.
Metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi glioblastoma, antara lain operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi. Operasi Prosedur awal untuk mengangkat glioblastoma adalah dengan langkah operasi.

Tindakan pengangkatan ini dilakukan tergantung ukuran sel tumor otak, jika ukurannya kecil dan mudah dijangkau, maka dokter bisa dengan mudah mengangkat sel itu secara keseluruhan.

Namun, jika ukuran sel tumor otak agak besar atau dekat dengan area vital, dimungkinkan dapat merusak jaringan sehat dan berisiko bagi pasien.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved