Ini Jumlah Peserta JKN-KIS dan Tunggakan Iuran Kepesertaan di BPJS Kesehatan Cabang Waingapu

Inilah jumlah peserta BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu, Kabupaten Sumba Timur

Penulis: Robert Ropo | Editor: Adiana Ahmad
Pos Kupang.com/Robert Ropo
BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu. 

Ini Jumlah Peserta JKN-KIS dan Tunggakan Iuran Kepesertaan di BPJS Kesehatan Cabang Waingapu

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU- Inilah jumlah peserta BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu, Kabupaten Sumba Timur yang membawai Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Kabupaten Sumba Barat Daya.

Berdasarkan data yang diberikan oleh Kepala Bidang Perluasan Pesertaan dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu Gusti Ayu Agustina kepada POS-KUPANG. COM, Jumat (2/8/2019) sore, total cakupan peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu sebanyak 794.271 pesera.

Data tersebut sampai dengan tanggal 26 Juli 2019 kemarin.

Dat tersebut meliputi empat Kabupaten yang ada di sumba dengan rincian; Kabupaten Sumba Timur sebanyak 241.045 peserta, Kabupaten Sumba Tengah 83.483 peserta, Kabupaten Sumba Barat sebanyak 147.527 peserta, dan Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 322.216 peserta.

Sementara itu, tunggakan iuran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu sampai dengan Juli 2019 sebesar Rp 5.017.252.189 atau lebih dari 5 miliar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini Sabtu 3 Agustus 2019, Aries Jaga Pergaulan Gemini Tebar Pesona

Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu Djainal menyampaikan itu kepada POS-KUPANG. COM, Jumat (2/8/2019) sore.

Djainal menjelaskan total tunggakan peserta PBPU sebesar Rp 5.017.252.189 itu dengan jumlah peserta menunggak adalah sebanyak 7.774 peserta.

Menurut Djainal penunggakan ini disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor kemampuan peserta dalam membayar serta kemauan peserta untuk membayar tagihan secara rutin.

"Bagi masyarakat yang tidak mampu membayar kita arahkan untuk segera melunasi tunggakan dan mendaftarkan dirinya menjadi peserta penerima bantuan iuran yang didaftarkan oleh pemerintah baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Untuk peserta yang tergolong mampu namun tidak mau membayar iuran kita terus melakukan edukasi baik itu secara perorangan melalui Kader JKN (face to face), melalui telepon dan SMS, serta sosialisasi di kelurahan/desa,"jelas Djainal.

Ayu Ting Ting Rupanya Sering Telepon Ivan Gunawan, Teman Siti Badriah Ini Pilih Shaheer Sheikh?

Djainal juga menjelaskan, penagihan bagi tunggakan itu, saat ini dilakukan oleh mitra BPJS Kesehatan yaitu Kader JKN yang berjumlah 2 orang masing-masing untuk Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Barat, serta 1 orang staff telekolekting untuk menelpon serta mengirim SMS peserta kepada peserta yang menunggak tersebut.

Djainal juga menjelaskan, peserta yang menunggak bervariasi terhitung mulai dari menunggak 1 bulan sampai dengan 20 bulan menunggak.

"Untuk peserta dengan jumlah menunggak ini kan dengan Perpres sebelumnya maksimal 12 bulan tertunggak saja. Ketika diberlakukan Perpres Nomor 82 yang terbaru, itu mulai dari Januari 19 itu sampai dengan 24 bulan, sehingga yang pada saat Desember 2018 itu sudah 12 bulan menunggak, nah naik terus sampai dengan bulan Agustus 2019 ini sudah total 20 bulan menunggak paling banyak,"jelas Djainal.

Veronica Tan Jawab Tudingan Ahok BTP, dari Cerai hingga Nikahi Puput Nastiti Devi

Djainal juga menjelaskan, peserta yang menunggak tidak akan terhapus dari database kepesertaan BPJS Kesehatan, jika peserta ingin mengaktifkan kembali kepesertaan maka harus melunasi seluruh tunggakan yang ada. Peserta hanya bisa dinonaktifkan kecuali peserta tersebut meninggal dunia atau pindah kewarganegaraan.(*)

 

 
 

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved