Kemkominfo RI Gandeng Pemda Ende Kampanye Penurunan Stuting

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IKMK) bersama Pemda

Kemkominfo RI Gandeng Pemda Ende Kampanye Penurunan Stuting
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
PESERTA/ Peserta sosialisasi Penurunan Stunting Di Kabupaten Ende, Kamis (1/8/2019). 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE-- Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IKMK) bersama Pemda Ende menyelenggarakan forum sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat dalam rangka penurunan Prevelensi Stunting di Hotel Grand Wisata, Ende, Kamis (1/8/2019).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye nasional untuk penurunan stunting di Kabupaten Ende.
Kasubdit Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo), Maroli J. Indiarto mengatakan hal itu kepada wartawan di Aula Hotel Grand Wisata Ende.

Dikatakan selaku Koordinator Kampanye Nasional Penurunan Stunting Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (IKMK) bersama Pemda Ende menyelenggarakan forum sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat dalam rangka penurunan Prevelensi Stunting di Kabupaten Ende.

Pelatih Madura United Dejan Antonic Tak Mau Salahkan Pemain saat Kalah dari PSS Sleman

AKHIRNYA Dewi Perssik Jenguk Saipul Jamil, Masih Panggil Mantan Suaminya dengan Sebutan Papi

Dikatakan Generasi Bersih Sehat (Genbest) merupakan inisiasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting. Generasi bersih dan sehat mendorong masyarakat khususnya generasi muda agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Sosialiasi generasi bersih dan sehat yang melibatkan remaja putri dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan dan ibu muda terutama dari desa-desa prioritas.

Dikatakan Kabupaten Ende terpilih menjadi tempat dilaksanakanya sosialisasi generasi bersih dan s ehat dikarenakan merupakan satu dari 60 kabupaten dan kota prioritas stuting di tahun 2019.

Menurut data dan riset dasar kesehatan tahun 2013 tingkat prevelensi stunting di Kabupaten Ende mencapai 35,99 persen. Terdapat 10 desa prioritas stunting di Kabupaten Ende masing-masing Desa Tanalangi dan Desa Tanali juga Desa Tiwusora dan Nggesabiri serta Desa Puutara dan Desa Ndetundora 1 dan Desa Kebirangga Selatan juga Desa Redodory dan Desa Tou Barat.

Selain melalui forum generasi bersih dan sehat, informasi seputar stunting dan kesehatan juga nutrisi dan tumbuh kembang anak juga dapat diakses melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestid serta@infokompmk. Aplikasi android anka sehat juga bisa diunduh dan digunakan oleh masyarakat sebagai alat pantau digital pada tumbuh kembang anak.

Maroli mengatakan Prvelensi stunting di Indonesia yang cukup tinggi telah menjadi sorotan dunia global. Beragam upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menekan angka stunting salah satunya melalui kampanye nasional penurunan stunting dengan menggandeng Pemerintah Daerah.

Disaksikan Pos Kupang pelaksanaan penurunan stunting dihadiri oleh ratusan pelajar dan mahasiswa yang memenuhi Aula Hotel Grand Wisata Ende.

Kegiatan itu dibuka oleh Asisten 2 Setda Ende, Kosmas Nyo yang mewakili Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad.
Dalam keterangan persnya seusai membuka kegiatan, Asisten 2 Setda Ende, Kosmas Nyo mengatakan bahwa tanggungjawab penurunan stuting di Kabupaten Ende tidak hanya menjadi tanggungjawab dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ende melainkan semua sektor baik itu Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan juga Dinas Sosial maupun Bappeda bahkan Dinas PU maupun para camat dan kepala desa.

Dikatakan semua sektor harus bergerak untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Ende karena stunting sudah menjadi isu nasional sehingga semua pihak harus bergerak sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Dikatakan stunting tidak semata-mata berbicara urusan kesehatan anak namun juga mengenai akses air bersih serta perumahan maupun asupan makanan. Jadi dengan demikian harus menjadi perhatian dari semua pihak,ujar Kosmas.

Menurut Kosmas apabila semua pihak memiliki rasa tanggungngjawab akan stuting maka bukan tidak mungkin angka stunting di Kabupaten Ende akan menurun. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved