Renungan Harian Kristen Protestan
Renungan Harian Kristen Protestan, 31 Juli 2019:"Apakah yang Kita Cari Sebetulnya, Uangkah?"
Budak uang itu menjadikan seseorang tidak pernah puas dengan uang dan penghasilannya. Sudah berlimpah namun masih terus mencari
Tetapi sekarang apakah uang masih melayani kita ataukah malah sebaliknya kita melayani uang dan menjadi budak uang?
Dalam pembacaan Alkitab Pengkhotbah 7:9-19, si penulis Pengkhotbah menyampaikan kepada kita ciri-ciri orang yang menjadikan uang sebagai budaknya dan begitu pula sebaliknya.
Budak uang itu menjadikan seseorang tidak pernah puas dengan uang dan penghasilannya. Sudah berlimpah namun masih terus mencari hingga melupakan kesehatannya sampai lupa untuk makan atau dengan sengaja menahan lapar.
Tidak istirahat karena waktu adalah uang. Nanti ketika sudah punya banyak uang, tubuh telah menderita banyak penyakit. Semua yang dikumpulkan, pakai untuk mengobati tubuh yang sakit.
Uang jadi ukuran cinta dan kebahagiaan. Ketidakpuasan itu membuat orang berusaha dapatkan dengan berbagai macam cara sekalipun bertentangan dengan kehendak Tuhan, sakiti diri dan ribut dengan sesama.
Beberapa di antara kita karena sibuk mengumpulkan harta, mengabaikan waktu untuk keluarganya. Tidak pernah bercerita dengan anak-anak atau pasangan hidup tentang apa yang mereka pelajari atau buat sepanjang hari.
Uang membuat kita tidak berkumpul dengan keluarga atau tetangga terdekat.
Pengkhotbah mengingatkan kita bahwa sebagaimana kita datang nantinya kita pulang dengan keadaan demikian. Semua yang kita usahakan, ketika waktu lilin padam, orang lain juga yang akan menikmatinya.
Selalu berpikir tentang uang dan harta menghabiskan hari-hari hidup kita dengan sebuah beban. Ia selalu takut akan kehilangan. Rasa susah bila nanti hilang. Menjadi marah bila ada yang mengambil.
Cinta uang jadikan kita hanya memikirkan diri sendiri. Kita menjadi egois dan bertambah rakus, bila berbagi pun karena memakai prinsip ekonomi.
Dengan modal sekecil-kecilnya akan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
Bila hartanya hilang lenyap maka hari-harinya penuh dengan kemalangan, kesusahan, penderitaan dan kekesalan atau mungkin mulai menyalahkan diri dan orang lain.
Kita pernah mendengar atau melihat bahwa ketika orang kehilangan semua hartanya bisa jadi gila dan mengakhiri hidupnya.
Karena itu seperti kata Pengkhotbah menjadi budak uang dan harta membuat hidup menjadi sia-sia.
Lalu bagaimana dengan yang menjadikan uang dan harta sebagai budaknya? Tidak sekalipun tunduk pada uang dan harta?