Bupati Sunur: Lamalera Jadi Destinasi Branding di Lembata
Lamalera sudah menjadi destinasi branding di Kabupaten Lembata. Dengan menjadi destinasi branding anggarannya juga ada di Pemprov NTT.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Adiana Ahmad
Bupati Sunur: Lamalera Jadi Destinasi Branding di Lembata
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA- Lamalera sudah menjadi destinasi branding di Kabupaten Lembata. Dengan menjadi destinasi branding anggarannya juga ada di Pemprov NTT.
"Provinsi sudah mulai masuk dengan homestay dan lain-lain," kata Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur usai mengadakan pertemuan dengan pemerintah desa dan tokoh masyarakat Desa Lamalera di Kuma Resort, Desa Waijarang, Rabu (31/7/2019).
Pemkab Lembata sendiri sudah menetapkan Lamalera menjadi destinasi branding setelah Bukit Cinta Lembata menjadi city branding Kabupaten Lembata.
Menurut Bupati Sunur Pemkab Lembata juga akan membangun semua fasilitas wisata yang ada di Lamalera termasuk dari sisi budaya.
"Kalau ikan paus itu kan daya tariknya saja. Tapi kita mau membangun manusianya juga, jadi budayanya kita jaga. Saya sarankan tadi kita buat Festival Lamafa. Mulai dari tampilan tradisionalnya," ungkap Bupati Sunur didampingi Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, Apolonaris Mayan.
Menurutnya, dalam Festival 3 Gunung setiap tahunnya Pemkab Lembata menyediakan pledang sungguhan bagi masyarakat Lamalera. Salah satu rangkaian acara dalam Festival 3 Gunung adalah Festival Lamafa.
• Bupati TTS Dukung Langkah Pemprov NTT Tata Fatumnasi
"Satu-satunya itu kita bangun pledang kasi mereka yang benar dan itu dipakai untuk atraksi kita pada saat festival itu. Jadi setiap tahun mereka dapat sehingga mereka jaga keasliannya, budayanya juga original," katanya.
"Kita punya niat baik kok untuk bangun di sana (Lamalera). Supaya pemerintah bisa leluasa membangun di sana. Saya tadi kan bilang bukan urusan saya dengan ikan paus. Urusan saya dengan manusianya dan itu amanat konstitusi. Saya Sebagai kepala daerah harus bangun manusianya. Kalau tidak bangun manusianya mau bangun apa lagi di sana," pungkasnya.
Pada saat pertemuan dengan masyarakat Lamalera itu, Bupati Sunur mengajak masyarakat untuk membangun potensi wisata yang ada di sana dan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menata Lamalera.
"Kita mau mengkultuskan, bukan ikannya, jadi begitu lihat ikan sudah tahu ini Lamafa," ungkapnya.
• Seorang Ibu Muda Tak Berdaya, Tangannya Diikat Kain dan Diperkosa Tetangganya
Bupati Sunur pun memberi waktu seminggu kepada pemerintah desa dan tokoh masyarakat di Lamalera untuk mendiskusikan perihal kesepakatan pengembangan potensi wisata di Lamalera.
Jika sudah disepakati, Bupati Sunur akan datang ke Lamalera dan mendengar rencana pengembangan wisata di sana.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ricko-wawobupati-lembata-mengadakan-pertemuan-dengan-tokoh-masyarakat-desa-lamalera.jpg)