BPJS Kesehatan Waingapu MoU Dengan Kejari Sumba Timur, Ini Tujuannya

Lembaga BPJS Kesehatan Cabang Waingapu MOU Dengan Kejari Sumba Timur, Ini Tujuannya

BPJS Kesehatan Waingapu MoU Dengan Kejari Sumba Timur, Ini Tujuannya
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Kajari Sumba Timur Setyawan Nur Chaliq, SH.,MH dan Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu Try Mayudin sedang tanda tangan MoU, Rabu (31/7/2019). 

Lembaga BPJS Kesehatan Cabang Waingapu MOU Dengan Kejari Sumba Timur, Ini Tujuannya

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Untuk mengatasi persoalan ketidak patuhan bagi perusahan-perusahan atau badan usaha pemberi kerja untuk mendafrarkan pekerjanya untuk memperoleh jaminan kesehatan, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu melakukan kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Sumba Timur.

Kerja sama itu dilakukan dengan penandatangan memorandum of understanding (MoU) yang berlangsung dalam kegiatan rapat Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Tahap 1 Kabupaten Sumba Timur Tahun 2019 dan Penandatangan MoU Antara BPJS Kesehatan Cabang Waingapu dengan Kejaksaan Negeri Sumba Timur tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di Aula Kantor BPJS Kesehatan setempat, Rabu (31/7/2019).

PN Sumba Barat Tolak Gugatan Praperadilan Tersangka Alex Saba Kodi dan Rinto Danggaloma

Rapat tersebut juga dipimpin langsung oleh Kajari Sumba Timur Setyawan Nur Chaliq, SH.,MH. Hadir juga anggota forum Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Sumba Timur Umbu Hapu Mbeju, Sekertaris DPMPTSP Sumba Timur, sekertaris DPK Apindo Kabupaten Sumba Timur Donatus Hadut, SH, dan para staf BPJS Kesehatan setempat.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumba Timur Setyawan Nur Chaliq, SH.,MH kepada wartawan usai kegiatan itu mengatakan, Forum Koordinasi Pengawasan dan Pemeriksaan Kepatuhan Tahap 1 Kabupaten Sumba Timur Tahun 2019 dan Penandatangan MoU Antara BPJS Kesehatan Cabang Waingapu dengan Kejaksaan Negeri Sumba Timur tentang penanganan masalah hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan ketidak patuhan bagi perusahan-perusahan pemberi kerja yang tidak mendaftarkan para tenaga kerja kepada BPJS kesehatan.

Di Mimbar Gereja Uskup Atambua Sampaikan Cegah Stunting

Selain itu, jelas Setyawan juga melalui forum dan kerja sama itu juga bertujuan untuk bersinergi dengan anggota forum berkaitan dengan data-data, supaya dapat berjalan dengan baik.

"Kita jalan sendiri juga ndak bisa, harus ada dukungan dari rekan-rekan untuk berjalan sebagai mana mestinya. Intinya simbiosis mutualisme antara BPJS maupun pemberi kerja itu sendiri untuk saling menguntungkan dan tidak ada pihak yang merugikan,"jelas Setyawan.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Waingapu Try Mayudin juga kepada wartawan mengharapkan dengan adanya MoU dan dengan melalui forum itu nantinya perusahan-perusahan pemberi kerja agar bisa lebih patuh lagi terhadap regulasi yang ada.

"Sehingga nantinya perusahan bisa mendaftarkan Badan Usaha sendiri, maupun para pekerjanya,"ungkap Mayudin.

Mayudin juga menjelaskan sejauh ini badan usaha yang ada di Sumba Timur yang sudah terdaftar dalam program JKN-KIS sebanyak 260 Badan Usaha. Dari jumlah Badan Usaha itu, jumlah pekerja yang sudah terdaftar untuk pegawai sebanyak 1.873 orang dengan anggota keluarga sebanyak 2.557 jiwa dan total keseluruhan sebanyak 4.430. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved